– Hingga Hari Ini Belum Ditemukan.
SIJORIKEPRI.COM, ANAMBAS — Masyarakat Nelayan Anambas kembali digegerkan dengan hilangnya salah satu warga Pasir Merah, Kelurahan Tarempa, saat hendak pulang dari mancing di daerah terluar di Perairan Tokong. Korban diduga hilang, saat hendak buang air kecil di belakang pompong, Selasa, (28/03/2017).
Berdasarkan beberapa narasumber yang berhasil dihimpun oleh Jurnalis Sijori Kepri, membenarkan, bahwasanya telah terjadi kehilangan seorang nelayan saat pulang dari mancing ikan. Karena keluarga korban, sampai saat ini masih dalam keadaan panik. Kemudian Sijori Kepri mencoba untuk menggali info dari salah seorang warga Tarempa, bernama Said.
“Isteri korban berharap suaminya bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, saya sarankan agar pihak media konfirmasi ke tim penanggulangan bencana, yang tergabung di Satpol PP atau tim Basarnas yang ada di Tanjung Momong,” kata Said, Kamis, (30/03/2017).
Ditempat terpisah, keterangan dari Kepala Satpol PP, Ekodesi Amrialdi SE, di ruang kerjanya membenarkan, telah terjadi musibah, yaitu hilangnya salah satu warga Pasir Merah, Kelurahan Tarempa.
“Kalau tak salah, korban yang hilang itu bernama Adzman, berumur sekitar 40 tahun. Namun, sampai hari ini belum diketemukan dari pihak tim kita. Tim tetap melakukan upaya pencarian korban yang hilang pada pagi hari selasa lalu,” ungkapnya.
Eko juga memaparkan, setelah ia mendapat informasi di pagi hari Selasa itu, tim dari Satpol PP bergerak langsung turun ke TKP dengan16 personil, bersama tim Basarnas yang dipimpin oleh saudara Beni, selaku Komandan Pos Basarnas Anambas, yang berjumlah 4 orang, sedangkan dari masyarakat juga ada belasan orang.
“Standar Operasional Prosedur (SOP) pihak kami, untuk melakukan pencarian selama tiga hari saja. Namun, jika pihak keluarga tetap berupaya mencari juga, pihak tim Satpol PP selaku tim penanggulangan bencana tetap membantu semampu kita, sedangkan masyarakat nelayan tetap berupanya mencari menggunakan pompong mereka, dengan menggunakan alat apa adanya dengan jumlah lebih kurang 30 pompong,” tutup Eko.
Sementara, Danpos Basarnas Anambas, Beni, menjelaskan, koronogis dilapangan pada hari pertama tim pencarian, korban diduga jatuh kelaut saat perjalanan pulang dari mancing ikan dilaut lepas di sekitar Tokong Belaya, dengan jarak dari Tokong tersebut lebih kurang satu Mil, sedangkan kondisi dilapangan hari pertama dengan tinggi gelombang lebih kurang 1.5 meter.
“Adapun upaya pencarian hari pertama dibantu kapal nelaya KM Mina Maritim, namun dengan peralatan seadanya. Pada sore harinya, tim Penangulangan Bencana bersama tim Basarnas, mulai putar arah dikarenakan kondisi tidak memungkinkan untuk ketemu korban diakibatkan jarak pandang dan hujan lebat berserta angin. Namun kita tetap melakukan pencarian korban, disaat cuaca sudah memungkinkan dan dibantu para Nelayan,” kata Beni lewat WhatsApp-nya. (SK-RD)








