SIJORIKEPRI.COM, DABO SINGKEP – Kenakalan remaja saat ini cukup meresahkan para orang tua, jika dibandingkan dengan kenakalan remaja generasi 90an. Perbuatan remaja dulu lebih kepada menjahili teman-teman mereka, atau menyembunyikan barang-barang milik teman mereka.
Berbeda dengan kenakalan remaja generasi saat ini, pergaulan bebas, perkara pencurian, mabuk dan narkoba, sudah tidak lagi asing dipendengaran kita. Bahkan, di beberapa kota besar, perkara tawuran antar remaja sering terjadi, seperti menjadi trend bagi kalangan remaja.
Saat ini yang juga membuat resah orang tua, yang menjadi Trend remaja kita mabuk dengan obat batuk cair sachet, yang cukup dikenal masyarakat yakni, Komik. jika sebagian dari kita pernah mengkonsumsi obat batuk cair jenis Komik untuk mengobati atau meringankan gejala batuk. Namun bagi remaja, obat batuk cair sachet ini justru digunakan untuk mabuk.
Untuk mengobati atau meringankan batuk, biasanya seseorang cukup mengkonsumsi satu sachet obat batuk cair Komik tersebut. Namun bagi para remaja, untuk bisa mabuk mereka mengkonsumsi obat batuk sachet tersebut, melebihi dosis pemakaiannya yakni, 20-25 sachet agar bisa mabuk.
Digunakan obat batuk cair sachet ini untuk mabuk-mabukan oleh remaja, tentunya dengan alasan obat batuk cair sachet ini lebih murah dan mudah didapat.
Bahaya akibat mengkonsumsi obat batuk cair sachet ini secara berlebihan, karena dalam obat batuk cair sachet ini mengandung dextromethorpan, jika dikonsumsi secara berlebihan akan membuat tubuh mengalami beberapa hal, seperti juga mabuk lem yang dapat merusak organ dalam tubuh.
Febrizal Taufik, Kabid Penegakan Perda, Satpol Pol PP Lingga, mengatakan, Satpol PP dalam melakukan pengawasan dengan berpatroli di beberapa lokasi tempat anak remaja berkumpul, banyak sekali ditemukan sachet bekas obat batuk cair Komik berserakan, bahkan hingga ratusan jumlahnya.
Katanya lagi, dari pengakuan salah satu penjual obat batuk Komik cair sachet ini, dalam satu minggu bisa menghabiskan 10 kotak, sementara dalam satu kotak berisi 40 sachet. Dari pengawasan dan patroli yang kita lakukan, disalah satu lokasi ditemukan hingga ratusan sachet bekas obat batuk cair Komik ini.
“Jadi bisa dibayangkan untuk bisa mabuk, berapa kotak Komik yang di kosumsi oleh remaja kita, karena mengandung dextromethorpan tentunya sangat berbahaya bagi tubuh,” ungkapnya, saat ditemui, Kamis, (03/08/2017).
Febrizal Taufik, sangat mengharapkan adanya kerjasama dari instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap obat batuk Komik ini, karena terkendala kita mengawasi sementara penjualan masih bebas. Jika dari pengawasan yang kita lakukan dibeberpa lokasi, sudah cukup banyak remaja kita yang mengkosumsi obat batuk cair Komik sachet ini untuk mabuk.
“Kita harapkan, adanya kerjasama dengan instansi terkait masalah peredaran obat batuk cair Komik ini, karena untuk peredaran obat ini, bukan tupoksi Satpol PP,” imbuhnya. (SK-Pus)








