GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

[OPINI] Pelatihan dan “PENGEMBANGAN SDM”

×

[OPINI] Pelatihan dan “PENGEMBANGAN SDM”

Sebarkan artikel ini
Muhammad Ravi Putra. (Foto : Istimewa)
– Dalam Menguatkan Kekuatan Internal Perusahaan.
Oleh : Muhammad Ravi Putra.

SIJORIKEPRI.COM — dalam dunia kerja terdapat begitu banyak dan besarnya persaingan yang terjadi antar perusahaan. perusahaan berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal bidang, baik dari segi merek, produk, infrastruktur, struktur penjualan dan lain lain.

Hal ini semua terjadi karena faktor internal di dalam perusahaan sendiri, yaitu SDM (Sumber Daya Manusia). SDM yang baik akan mempengaruhi keberhasilan sebuah perusahaan hingga menghasilkan keuntungan yang besar. Begitu sebaliknya sumber daya manusia buruk akan mempengaruhi kelancaran perusahaan, sehingga peluang perusahaan untuk mengalami kegagalan bisa menjadi besar.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Begitu banyak orang memandang sepele terhadap hal ini, banyak yang mengatakan keberhasilan sebuah perusahaan itu tergantung produk/jasa yang dijual tanpa memikirkan hal-hal yang ada dibelakang semua tersebut.

SDM yang baik adalah harta atau asset perusahaan yang vital, diperlukan pula rekruitmen yang baik agar bisa memfilter SDM yang baik dan tepat. Namun tidak berhenti hingga disitu saja, perlu dilakukan berbagai tahapan dan cara agar kemampuan mereka terus berkembang semakin hari, hingga berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan. Begitu banyak divisi dan orang-orang yang memiliki kemampuan-kemampuan yang berbeda beda, sehingga diperlukan pula cara yang berbeda-beda untuk meningkatkan kemampuan dan potensi SDM agar semakin berkembang.

Salah satu cara yang sering dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan dan pengembangan SDM. Pelatihan dipercaya akan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam segala hal. Baik dari skill, hingga ke attitude dan pengembangan diri. Diperlukan pelatihan yang tidak hanya sekedar memberitahukan, bahwa perusahaan telah membuat pelatihan untuk perusahaan, namun benar-benar fokus memberikan pelatihan yang tepat sasaran sesuai divisi masing-masing.

Menurut Moekijat (1991:55) tujuan umum dari pada pelatihan adalah :
1. Untuk mengembangkan keahlian sehingga pekerjaan dapat diselesaikan
dengan lebih cepat dan lebih efektif.
2. Untuk mengembangkan pengetahuan sehingga pekerjaan dapat
diselesaikan secara rasional.
3. Untuk mengembangkan sikap, sehingga menimbulkan kerja sama dengan
teman-teman pegawai dan pimpinan.

Dengan adanya pengembangan SDM ,mereka akan semakin sadar dengan tanggung jawab mereka dalam bekerja, serta semakin bekerja dengan attitude yang baik, dan dengan adanya peningkatan skill/kemampuan akan semakin meningkatkan efektifitas pekerjaan dan waktu.

Manullang (1990:47) memberikan batasan tentang manfaat nyata yang dapat diperoleh dengan adanya program pelatihan yang dilaksanakan oleh organisasi/perusahaan terhadap karyawannya, yaitu sebagai berikut :
a) Meningkatkan rasa puas karyawan.
b) Pengurangan pemborosan.
c) Mengurangi ketidakhadiran dan turn over karyawan.
d) Memperbaiki metode dan sistem kerja.
e) Menaikkan tingkat penghasilan.
f) Mengurangi biaya-biaya lembur.
g) Mengurangi biaya pemeliharaan mesin-mesin.
h) Mengurangi keluhan-keluhan karyawan.
i) Mengurangi kecelakaan kerja.
j) Memperbaiki komunikasi.
k) Meningkatkan pengetahuan karyawan
l) Memperbaiki moral karyawan.
m) Menimbulkan kerja sama yang lebih baik.

Berkomunikasi yang baik juga menjadi salah satu kunci kesuksesan yang baik, setiap orang lahir dengan kemampuan yang berbeda beda. Ada yang memiliki tingkatan kemampuan skill yang luar biasa, namun terkendala dengan cara berbicara/berkomunikasi yang baik, sehingga sering menghambat pekerjaan atau menimbulkan miss communication, disini pelatihan dan pengembangan SDM berperan penting untuk mengatasi hal tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya perusahaan mengadakan pelatihan yang tersusun dengan jadwal rutin, misalkan diadakan 2 minggu sekali atau sebulan sekali, namun dengan divisi yang berbeda-beda.

Setiap divisi memiliki cara kerja yang berbeda-beda, bahkan ruangan yang berbeda untuk itu setiap divisi diberikan pelatihan yang berbeda-beda. Misalkan untuk bagian keuangan mengikuti pelatihan tentang keuangan dan untuk bagian produksi mengikuti pelatihan mengenai produksi. Sehingga bisa focus, karena jika diberikan pelatihan yang bersifat umum ditakutkan tidak akan terfokus mengenai apa yang akan dikembangkan atau ditingkatkan.

Untuk metode pelatihan bisa disesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahaan bisa dilakukan di kantor sendiri atau di gedung lain, yang terpenting jangan terlalu menghemat anggaran untuk mengadakan pelatihan dikarenakan pelatihan ini tidak bersifat main-main, namun ini sangatlah vital untuk memajukan perkembangan SDM yang sangat berharga bagi perusahaan.

Semakin bagusnya konsep pelatihan, maka perkembangan kualitas SDM semakin baik, perusahaan semakin baik dan menguntungkan, berimbas semakin tereskpansinya perusahaan-perusahaan di Indonesia dan semakin banyak tersedianya lapangan pekerjaan.

Di era globalisasi ini, sangatlah mudah untuk mencari trainer terkenal yang bisa memotivasi karyawan-karyawan perusahaan. Kita bisa mencari data mereka dari internet atau surat kabar, bahkan mereka memiliki media sosial yang menampilkan CP mereka, hingga foto-foto kegiatan pelatihan yang mereka adakan, serta testimonial-testimonial dari para peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan mereka.

Bagian Humas atau SDM juga berperan penting sebagai pengatur masalah pelatihan ini. Diperlukan konsep yang matang dari cara registrasi, hari, peserta hingga trainer yang akan digunakan. Sehingga tidak acak-acakan ketika hari H telah tiba dan pelatihan akan berjalan dengan baik.

Sebaiknya pelatihan dilakukan selama lebih dari 2 hari jangan hanya satu hari saja, agar apa yang dicapai maksimal dan lebih komplit dan berkesan. Jika satu hari semuanya akan terburu-buru, sehingga apa yang tersampaikan tidak semuanya dapat diserap. ***

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100