NATUNA — Jumlah korban bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, meninggal dunia bertambah menjadi 50 orang dan 4 (empat) korban lagi hingga kini belum ditemukan.
Hal ini disampaikan Kapolres Natuna, AKBP Nanang Budi Santosa, saat meninjau pembersihan jalan dari timbunan material longsor di ruas jalan lingkar di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kamis, 16 Maret 2023.
“Sampai dengan hari ini korban yang ditemukan berjumlah 50 jenazah dan 4 belum ditemukan. Pencarian 4 (empat) korban tetap dilanjutkan,” kata Kapolres Nanang.
Seluruh komponen gabungan tim tanggap darurat bencana, yang terdiri dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas dan seluruh relawan terus berupaya dengan gerak cepat agar seluruh korban dapat ditemukan.
Saat ini, lanjut Nanang, tim sedang melakukan pembersihan jalan dari timbunan material longsor di ruas jalan lingkar di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna.
“Dan kini jalan tersebut sudah terbuka dan dapat dilalui oleh kendaraan bermotor,” ujar Nanang.
Selain itu, lanjut Nanang, tim trauma healing Polres Natuna yang terdiri dari 3 (tiga) Polwan terus melakukan pendekatan dangan satu rasa dari hati ke hati, membangun semangat kebersamaan dalam kepedulian atas terjadinya bencana longsor di Dusun Genting, Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan.
“Jumlah pengungsi sesuai dengan apa yang disampaikan tim gabungan tanggap darurat, di PLBN sebanyak 219 orang, di Puskesmas 215 orang, Pelimpak dan Masjid Al Furqon 500 orang, SMA 1 Serasan 282 orang. Total keseluruhan sebanyak 1.216 orang,” pungkas Kapolres Nanang. ***
(R Rich)
















