GESER UNTUK BACA BERITA
BINTAN

BPMP Kepri Perkuat Kolaborasi Nasional Pulihkan Sekolah Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Tiga Provinsi

×

BPMP Kepri Perkuat Kolaborasi Nasional Pulihkan Sekolah Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Tiga Provinsi

Sebarkan artikel ini
BPMP Kepri Perkuat Kolaborasi Nasional Pulihkan Sekolah Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Tiga Provinsi
BPMP Kepri Perkuat Kolaborasi Nasional Pulihkan Sekolah Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Tiga Provinsi. (Foto : Ist)

BINTAN – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat kolaborasi nasional dalam upaya pemulihan layanan pendidikan di sekolah-sekolah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Langkah ini dilakukan agar proses pembelajaran dapat kembali berjalan dan hak peserta didik tetap terpenuhi di tengah situasi pascabencana.

Penguatan kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan pendidikan senilai Rp116 juta yang dihimpun melalui koordinasi Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) BPMP Kepri sejak akhir November 2025. Bantuan berasal dari partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kepala BPMP Kepri, Warsita, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa seluruh langkah pemulihan dilaksanakan dalam satu garis koordinasi nasional SPAB di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

β€œKami bergerak dalam satu alur kerja bersama Kemendikdasmen sebagai koordinator nasional SPAB. Sinergi ini penting agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar berdampak bagi satuan pendidikan terdampak,” ujar Warsita, Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, kolaborasi lintas daerah menjadi faktor penting untuk mempercepat pemulihan pendidikan, terutama di wilayah yang mengalami kerusakan sarana dan terganggunya aktivitas belajar mengajar.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Kepala BPMP Kepri bersama Ketua Tim SPAB BPMP Kepri, Yuswandi, dengan menyasar satuan pendidikan, peserta didik, serta titik-titik pengungsian.

Sebelumnya, pada 7 Desember 2025, BPMP Kepri telah melakukan koordinasi dan pemantauan awal kondisi peserta didik terdampak di Sumatra Utara, sekaligus berkoordinasi dengan Tim SPAB Nasional untuk memetakan kebutuhan di Aceh dan Sumatra Barat.

Pada 18 Desember 2025, BPMP Kepri kembali turun ke lapangan bersama Tim SPAB untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana di Sumatra Utara dan Aceh guna memastikan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

Warsita menekankan bahwa pemulihan pendidikan tidak hanya menyentuh aspek fisik sekolah, tetapi juga kondisi psikososial peserta didik.

β€œBencana tidak boleh memutus hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan. Kami tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga memberikan pendampingan dan layanan trauma healing agar anak-anak dapat pulih secara mental dan emosional,” tegasnya.

Bantuan yang disalurkan meliputi dukungan operasional sekolah masa tanggap darurat, paket makanan tambahan dan vitamin, perlengkapan sekolah berupa seragam, sepatu, buku, dan tas, santunan bagi anak yatim dan piatu, alat permainan edukatif, buku penunjang pembelajaran, layanan trauma healing, serta pendirian tenda darurat sekolah.

Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi nasional, BPMP Kepri bersama Tim SPAB juga memberikan dukungan teknis di sekolah dan titik pengungsian.

Dukungan tersebut antara lain penyediaan akses internet melalui Starlink untuk mengatasi keterbatasan sinyal, pengadaan genset dan bahan bakar, serta dukungan logistik lainnya guna menunjang pembelajaran darurat.

Selain itu, BPMP Kepri menyalurkan bantuan operasional sekolah masa tanggap darurat berupa dana tunai dengan nominal Rp10 juta untuk TK dan SD, Rp15 juta untuk SMP, serta Rp20 juta untuk SMA/SMK dan SLB.

Hingga saat ini, sekitar 400 paket bantuan berupa goodie bag makanan tambahan dan school kit telah didistribusikan di sejumlah sekolah dan titik pengungsian.

Dalam pelaksanaannya, BPMP Kepri juga mendapat dukungan dari BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Sumatra Utara, khususnya dalam pendampingan peserta didik yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Melalui kolaborasi lintas wilayah tersebut, BPMP Kepri menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam situasi kebencanaan dan mendukung terwujudnya satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100