JAKARTA – Nyahi On The Bus (NOTB) dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu daya tarik wisata gastronomi kelas dunia. Inovasi yang memadukan tradisi minum teh khas Betawi dengan wisata budaya tersebut diharapkan mampu mengangkat nama Jakarta di kancah internasional melalui kekayaan kuliner dan budayanya.
Harapan itu disampaikan Ketua Dewan Pembina IKABOGA Indonesia, Dr. Dewi Motik Pramono, M.Si., saat pelaksanaan Nyahi On The Bus 2026 yang berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, dalam rangkaian Festival Menyongsong 499 Tahun Jakarta.
Menurut Dewi Motik, Nyahi bukan sekadar tradisi yang mengingatkan pada masa lalu, tetapi memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi ikon kuliner modern yang tetap berakar pada budaya Betawi.
“Saya berharap Nyahi bisa menjadi agenda tahunan di Jakarta, karena Nyahi bukan sekadar tradisi nostalgia, melainkan ikon kuliner khas Jakarta yang dikemas secara kekinian. Nyahi On The Bus menjadi bentuk inovatif yang memperkuat identitas lokal sekaligus berpotensi menjadi daya tarik wisata gastronomi Jakarta di tingkat internasional,” ujarnya.
Ia menilai konsep yang menggabungkan perjalanan wisata menggunakan bus dengan pengalaman menikmati kuliner khas Betawi menjadi cara baru memperkenalkan Jakarta kepada wisatawan. Inovasi tersebut dinilai mampu memperkuat citra ibu kota sebagai destinasi yang tidak hanya modern, tetapi juga kaya akan warisan budaya dan gastronomi.
Selain perjalanan budaya menggunakan bus wisata, Nyahi On The Bus juga menghadirkan bazar UMKM, demo kudapan khas Betawi, demo membuat kue bersama Rose Brand, hiburan, edukasi budaya, hingga promosi produk lokal. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner Betawi melalui pengalaman yang lebih interaktif.
Menurut Dewi Motik, apabila terus dikembangkan secara berkelanjutan, Nyahi On The Bus tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM berbasis budaya lokal.
Mengusung tema “Nyahi, Ruang Temu Peradaban dalam Rasa Betawi”, kegiatan ini menjadi bagian dari Festival Menyongsong 499 Tahun Jakarta dan diharapkan mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang memiliki identitas budaya dan kuliner yang layak dikenal masyarakat dunia. ***















