– Kembali Digelar BPNB Kepri.
SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepri kembali menggelar kegiatan Belajar Bersama Maestro (BBM) tahun 2017 di Tanah Melayu Kabupaten Natuna, dengan mengangkat Teater Tradisi “Langlang Buana” yang selama ini hampir punah dari tanah melayu Kabupaten Natuna.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Kadisparbud) Kabupaten Natuna, H Erson Gempa Afriadi S.Sos MA, didampingi Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepri, Drs Toto Sucipto, yang ditandai dengan pementasan perdana Teater Tradisi Langlang Buana, yang diselenggarakan di Trend Central Hotel, Ranai, Kamis, (07/09/2017).
Kegiatan ini digelar selama 3 hari yaitu mulai tanggal 04 hingga 07 September 2017, dengan menghadirkan Maestro dari Kepulauan Riau dan bekerja sama dengan para Maestro Natuna, dari Desa Kelanga, Anwar, dkk, berhasil menggodok peserta dengan memberikan teori dan praktek langsung berupa workshop. Peserta langsung belajar Langlang Buana dengan maestronya, dengan rencana pada hari terakhir akan diadakan pementasan.
Langlang Buana adalah pementasan dalam bentuk teater dan tarian yang diperagakan dengan alat musik Gendang dan Biola. Teater Tradisi Langlang Buana ini, banyak mengandung makna, yang harus dilestarikan sebagai tradisi budaya leluhur.
Langlang Buana hampir selalu mewarnai dinamika sosial budaya diberbagai ruang dan waktu yang biasanya digunakan dan disampaikan pada acara seremonial, kegiatan formal dan informal termasuk dalam interaksi keseharian warga.
Dalam kesempatan itu, Kadisparbud, Erson Gempa, menyebutkan, kegiatan ini bertujuan untuk merevitalisasi teater tradisi yang sudah hampir punah. Selain itu juga bertujuan memperkenalkan Langlang Buana pada generasi muda, serta penggiat budaya Natuna.
“Kesenian ini perlu revitalisasi. Nyaris punah. Penting ada muatan lokal tentang Langlang Buana dalam kurikulum pendidikan di Kabupaten Natuna. Target lain, Langlang Buana juga akan diusulkan sebagai warisan budaya dari Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Erson.
Lebih lanjut, Erson, mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Kepala Balai Peneliti Nilai Budaya (BPNB) Kepri, Toto Sucipto, beserta rombongan Belajar Bersama Maestro (BBM) yang telah bersedia meluangkan waktu hadir di Natuna, sebagai tanda keseriusan dan kepedulian dalam melestarikan seni budaya yang belakangan ini nyaris punah dari peredaran.
Dan menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Maestro Natuna, para pelatih seni, guru-guru seni dari setiap sekolah, dan para siswa siswi sebagai peserta Belajar Bersama Maestro, yang begitu antusias dan menyambut baik diadakannya kegiatan BBM ini.
“Kiranya kegiatan ini jangan hanya cukup sampai disini saja, perlu ada sinergitas antara pelaku seni dengan pemerintah, sehingga pemeliharaan dan pelestarian seni budaya dapat berjalan dan berkembang,” harap Erson.
Adapun peserta BBM, yakni sebanyak 18 orang, terdiri dari 9 sekolah perwakilan siswa SMA, dan SMK Bunguran Besar Natuna dengan 2 orang setiap sekolah dan didampingi 1 orang guru dari masing-masing sekolah. (SK-Nard)
















