Pemadaman Bergilir Melanda Tanjungpinang

oleh

– PLN Dinilai Tak Mampu Kelola Listrik

TANJUNGPINANG (SK) — Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Cabang Tanjungpinang dinilai tidak mampu mengelola listrik secara baik. Sehingga, pemadaman bergilir terus melanda Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tanjungpinang sejak sejak Sabtu (28/02/2015) hingga Senin (02/03/2015).

Krisis listrik tersebut telah menyebabkan terganggunya perekonomian masyarakat termasuk aktifitas pendidikan di Bumi Segantang Lada ini. Pemadaman bergilir itupun terjadi cukup lama yakni enam jam dari pagi, siang hingga malam.

Amril, warga Tanjungpinang Timur sangat resah dengan kondisi listrik byar pet tersebut. Menurutnya, PLN tidak mampu mengelola listrik secara benar. Sehingga, kondisi listrik di kota ini terus memburuk.

“Tidak hanya pagi, siang dan malam sampai paginya lagi, lampu mati. Begitupula hari-hari berikutnya. Kasian anak-anak yang mau menghadapi UN (Ujian Nasional) nanti bagaimana termasuk perekonomian masyarakat,” kata Amril, Senin (02/03/2015).

Hal senada juga dikatakan masyarakat Tanjungpinang lainnya bernama Junaedi. Diutarakannya, pemadaman yang dilakukan oleh PLN tanpa pemberitahuan kepada masyarakat. Hal itu, dinilainya melanggar hak konsumen yang setiap bulan membayar. Bahkan, jika terlambat PLN tak mentolerir dengan memutus jaringan listrik warga.

“Masyarakat punya hak untuk mengetahui apa masalahnya sehingga lampu padam berhari-hari begini. PLN jangan suka-sukanya saja memadamkan lampu dong. Perhatikan masyarakat dan dampak buruk dari pemadaman ini jelas menganggu aktifitas warga,” kesal Junaidi.

“Kami sangat resah dan prihatin dengan dengan krisis listrik ini. Apalagi di malam haru, pemadaman berjam-jam,” sambungnya kembali.

Ditempat terpisah, Ayu, ibu rumah tangga mengutarakan rasa kekecewaannya terhadap PLN.

“Kita yang sengsara, padahal beli pulsa listrik sekarag bukannya murah. Harusnya biaya mahal dibarengi pelayanan yang baik pulalah. Jangan malah sebaliknya biaya mahal tetapi pelayanan buruk seperti ini,” ujar Ayu.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tanjungpnang Muhammad Arif sangat menyayangkan kinerja PLN tersebut.

“Masyarakatlah yang menjadi korban atas krisis listrik ini. PLN sepertinya sudah tidak bisa diandalkan lagi. Pemerintah daerah harus mengambil langkah tegas,” kata Arif.

Arif setuju bahwa PLN gagal menjalankan plus mengelola listrik secara baik.

“Kita sudah bosan melakukan pertemuan dan dialog dengan pihak PLN ini, sebab apa yang dijanjikan mereka tak terealisasi. Tapi, kami akan panggil mereka dalam waktu dekat ini nanti,” janji Arif.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala PLN Area Tanjungpinang Majudin mendadak sulit ditemui. Bahkan, dihubungi ke nomor ponsel pribadi bersangkutan, tidak direspon. Termasuk bagian Humas PLN juga begitu. (SK-Rud)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.