GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Perusda Janji “BENAHI PASAR PUAN MAIMUN”

×

Perusda Janji “BENAHI PASAR PUAN MAIMUN”

Sebarkan artikel ini
Manager Pasar Puan Maimun, Kabupaten Karimun, Sholeh. (Foto : Taufik)

KARIMUN (SK) — Pasar Puan Maimun kebelakangan ini banyak mendapat sorotan dari masyarakat maupun media massa yang membuat Bupati Karimun, H Aunur Rafiq harus turun gunung menenangkan masalah ini, dengan mengeluarkan suatu pernyataan menilai kinerja Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Karimun, yang selama ini terkesan lambat dan melempam dalam menata pasar Puan Maimun.

Manager Perusda, Sholeh, yang berkantor di Pasar Puan Maimun, ketika ditemui oleh awak media, diruang kerjanya, mengakui bahwa pengelolaan Pasar Puan Maimun yang terlihat semakin semrawut dan ada sarana bangunan yang harus dikorbankan demi kenyamanan pengunjung pasar dan penjual dipasar.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Memang semua itu kami akui terdapat kelemahan disana sini, dan kami terus untuk membenahi hal itu dengan rencana menata kembali Pasar Puan Maimun ini, sesuai perintah Direktur Perusda Karimun,” paparnya, Selasa, (24/01/2017).

Terkait tentang retribusi pasar berupa pungutan setiap hari, ia mengatakan, bahwa pungutan retribusi itu dilakukan setiap hari. Berapapun dapatnya akan disetor langsung ke rekening Bank Perusda.

“Bagi pedagang yang tidak berjualan pada tempatnya, kami tidak memungut retribusi, karena jika kami ambil retribusinya berarti kami melegalkan mereka yang berjualan di tempat yang salah,” katanya.

Mengenai masih banyak meja yang kosong, Sholeh menjelaskan, bahwa hal itu terjadi karena pedagang tidak mau berjualan dimeja tersebut, karena pembeli jarang lewat di tempat tersebut.

“Tidak adanya akses atau tangga samping menuju tempat berjualan tersebut, menyebabkan pembeli jarang lewat di tempat tersebut. Masalah ini pernah diusulkan ke Pemkab Karimun, namun sampai tahun 2017 ini belum ada realisasinya,” katanya lagi.

Sebelum mengakhiri pembicaraan, para awak media meminta agar Kanit Pasar Puan Maimun selalu membuka diri, terutama Direktur Perusda, supaya tidak terjadi salah komunikasi, yang menimbulkan gejolak di Perusda sendiri, dan berujung kepada Bupati Karimun nantinya.

Menyinggung tentang para pedagang sore yang berjualan di daerah Puakang, Sholeh juga bingung, jika mereka yang dagang disana akan dipindahkan ke Pasar Maimun.

“Kita tidak punya tempat buat mereka itu, karena tidak mungkin satu lapak punya dua pemilik. Lalu nanti siapa yang akan bertanggung jawab, jika ada yang kehilangan dagangannya, karena yang jual pagi dan yang sore, sudah pasti dagangannya ditingalkan di tempat lapak itu,” tandasnya. (SK-FIK)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100