KARIMUN – Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Karimun, Sulfanow Putra, menyesalkan tidak adanya tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun terhadap usulan dua lokasi untuk pembangunan gedung SMA baru yang telah diajukan sejak lama. Padahal, pembangunan sekolah baru tersebut sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan klasik setiap tahun ajaran baru: keterbatasan daya tampung SMA.
“Kami sudah usulkan dua lokasi strategis untuk pembangunan SMA baru, yaitu di Gedung Lama SMA Negeri 1 Jalan Trikora dan bekas pabrik es Karya Mina di Teluk Air, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari Pemkab,” ujar Sulfanow, Kamis (5/6/2025).
Sulfanow menegaskan bahwa Pemprov Kepri sebenarnya sudah menyatakan kesiapannya untuk membangun gedung SMA baru di Karimun, asalkan lahan disediakan oleh Pemerintah Kabupaten.
“Kami pernah hearing dengan UPT Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dan mereka bilang siap bangun gedung sekolah asalkan lahannya disediakan. Tapi entah kenapa sampai hari ini belum ada progres dari Pemkab Karimun,” ucapnya.
Mirisnya, Sulfanow juga mengungkapkan bahwa dua lokasi yang diusulkan justru disebut akan digunakan untuk proyek lain yang tidak berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pendidikan.
“Informasi terakhir yang kami dengar, dua lokasi itu justru akan dijadikan tempat parkir dan gedung Polsek Balai. Padahal, kebutuhan masyarakat terhadap gedung sekolah jauh lebih mendesak,” tegasnya.
Persoalan keterbatasan ruang kelas bukan sekadar angka statistik. Orang tua siswa bahkan terpaksa meminta bantuan anggota DPRD agar anaknya bisa diterima di SMA, seperti yang dialami oleh Aida, warga Karimun.
“Anak saya tidak bisa masuk SMA yang dia inginkan lantaran sudah penuh. Saya sempat bingung mau masukkan anak ke SMA mana,” keluh Aida.
Sulfanow menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak boleh dikorbankan. Saat ini, menurutnya, banyak ruang kelas di SMA Negeri 1 Karimun yang menampung siswa hingga 44 orang per kelas, jauh di atas standar ideal.
“Idealnya satu kelas maksimal 34 siswa. Kalau sekarang sampai 44 siswa, itu sudah sangat padat dan mengganggu proses belajar,” tegasnya.
Ia pun berharap Bupati Karimun dapat lebih responsif terhadap keluhan masyarakat dan memprioritaskan pembangunan gedung sekolah baru. ***














