SIJORIKEPRI.COM, DABO SINGKEP — Pesawat Lingga Air melakukan pendaratan darurat akibat salah satu sistim yang rusak karena cuaca buruk. Pilot yang melakukan pendaratan darurat di sisi kanan Landasan Bandara Dabo, mengakibatkan pesawat mengalami kebakaran, sehingga tim evakuasi bergerak cepat melakukan penyelematan penumpang.
Tim Evakuasi dan tim dari pemadam kebakaran Bandara Dabo bergerak cepat ke lokasi untuk memadamkan api, dilanjutkan dengan pihak-pihak terkait Kepolisian dan Lanal Dabo Singkep, serta tim dokter dari Rumah Sakit membantu evakuasi korban dan penanganan awal terhadap korban yang mengalami luka ringan dan melakukan evakuasi ke Rumah Sakit dan Puskesmas terdekat.
Rangkaian kegiatan ini adalah simulasi yang berlangsung sangat mirip dengan kejadian kecelakaan pesawat sebenarnya, yang diberi nama Pesawat Lingga Air, dengan melibatkan semua stakholder terkait untuk melakukan penanganan awal kecelakaan pesawat. Tiga instansi yang terlibat langsung dalam penanganan awal, antara lain Lanal Dabosingkep, Polres Lingga dan pihak Dinas Kesehatan, RSUD Dabo dan Puskesmas.
“Alhamdulillah, setelah 30 tahun tidak dilaksanakan, tahun ini berhasil digelar kembali, dan ini merupakan kegiatan wajib,” ungkap Andy Hendra Suryaka, Kepala Bandara Dabo, saat diwawancarai awak media, Selasa, (28/11/2017).
Ditempat yang sama, Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Azis, mengatakan, kegiatan ini merupakan amanah dari Peraturan Menteri Perhubungan 83 tahun 2017, tentang Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 (Civil Aviation Safety Regulation Part 139) dan Peraturan Dirjen Perhubungan Udara 479 tahun 2015, tentang Petunjuk dan Tatacara Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 189 (Advisory ircular Casr part 139-10) dalam istilah penerbangan.
“Sebelum melakukan kegiatan inti, kami telah melakukan beberapa kali simulasi, dengan bekerjasama beberapa pihak, Pemda, RSUD, TNI dan Polri,” terangnya.
Adapun personil yang diturunkan dalam kegiatan simulasi ini sebanyak 90 orang yang terdiri dari personil TNI AL, Polres Lingga, Koramil, Damkar, Puskesmas Dabolama, Airline, PKP-PK, AVSEC, Grond Handling, SMK Mahardika/Bulsit, dan Airnav. (SK-Pus)








