PT Protelindo Bangun Tower Diduga Tidak Sesuai Prosedur

oleh

TANJUNGPINANG (SK) — Warga Kijang Kota, Kampung Sungai Datok, mengeluhkan adanya tower yang dibangun oleh pihak PT Protelindo membuat warga resah, saat hujan turun dan petir lantai rumah warga tersebut mengeluarkan percikan api dari dasar tanah, kata Muchlis Basyir kepada Sijorikepri,Tanjungpinang, Senin,(1/6/2015).

Menurutnya, pembangunan tower tersebut berdiri pada tahun 2007, rumah saya dengan lokasi tower tersebut tidak terlalu jauh, hanya 30 Meter saja. Dan saat membangun tower, pihaknya tidak pernah diminta dukungan atau pendapat persetujuan dalam pembangunan tower itu.

“Bukan saya saja yang tidak dilibatkan masih banyak warga yang tidak mengetahui hal ini,” bebernya.

Ketika hujan tiba dan ada petir, saya dan warga sudah mulai cemas, untuk saat ini sudah berapa banyak alat elektronik kami dirumah menjadi rusak, seperti TV, VCD, Kulkas.

“Yang sangat kami kwatirkan terkait nyawa anak kami yang akan dimakan oleh tower tersebut,” cetusnya.

“Hal ini kami anggap tidak bisa dibiarkan terlalu lama sebelum ada nyawa yang melayang dan kami meminta kepada pihak terkait untuk ditindak lanjuti persoalan tersebut,” harapnya.

BACA JUGA  Dua Tower di Kundur “BELUM KANTONGI IZIN DPMPT”

Saat kejadian musibah beberapa waktu lalu, kata Muchlis, dia langsung menghubungi pihak perusahan. Dan pihak perusahan menanggapinya dan mereka langsung memasang alat anti petir.

“Akan tetapi alat tersebut tidak berfungsi sesuai keinginan, bahkan saat hujan turun dan petir masih saja mengeluarkan api dirumahnya,” terangnya.

Kata Muchlis, pihaknya sudah buat laporan ke pihak perusahaan agar dapat segera memperbaiki System Gronding yang lebih aman.

“Dan dapat menggantikan kerugian alat elektronik warga yang mangalami kerusakan akibat sambaran petir dengan adanya tower yang dibangun oleh pihak PT.Protelindo,” ucapnya.

Jika ini tidak diindahkan oleh pihak perusahaan, kata Muchlis, seluruh warga yang merasa keberatan, sudah sepakat untuk meminta pihak penerbit izin berdirinya tower tersebut, agar segera dapat ditinjau kambali penerbitan izinnya, terutama tentang Amdal dan bahkan kami akan meminta pihak perusahaan agar dapat membongkar bangunan tower tersebut.

Saat ini warga sekitar kota Kijang sudah sepakat dan bahkan sudah membuat surat pernyataan secara tertulis untuk menolak adanya tower tersebut.

BACA JUGA  Pembangunan Tower di Meral Barat “ILEGAL”

Saat awak media Sijori Kepri menghubungi melalui via telepon seluler, pihak perusahaan tidak mau mengangkat teleponnya, dan awak media ini melakukan via sms pihak perusahaan PT Protelindo juga tidak menanggapinya, hingga berita ini diterbitkan.(SK-Ind)


LIPUTAN KIJANG : INDRA GUNAWAN
EDITOR : RUSMADI

Muchlis Basyir, Salah Satu Warga Kijang Yang Rumahnya di Sekitar Tower.(Photo : Indra Gunawan)
Muchlis Basyir, Salah Satu Warga Kijang Yang Rumahnya di Sekitar Tower.
(Photo : Indra Gunawan)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.