SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Ketua Riau Corruption Watch atau RCW, Muren Mulkansyah, menyatakan, bahwa pihaknya akan terus meyoroti dana jaminan pasca tambang yang belum dimanfaatkan. Dimana dana tersebut sudah mencapai miliaran rupiah.
Dana jaminan pasca tambang yang telah mencapai ratusan miliar, yaitu Rp 175 Miliar tersebut, bersumber dari perusahaan pertambangan. Dana tersebut dikatakan sebagai dana yang sungguh rawan penyelewengan.
Dimana dana tersebut, seharusnya dan sebaiknya mesti dimanfaatkan segera untuk memperbaiki lingkungan yang rusak sebagai akibat dari adanya pertambangan. Jangan sampai ada yang makan dana tersebut.
“Dana pasca tambang yang mengendap, bisa terindikasi penyelewengan anggaran pemerintah. Dimana sudah ada bunga bank dari Rp 175 Milyar dalam beberapa tahun mengendap,” kata Ketua RCW, Muren Mulkansyah.
“Dan iniiiii, harus di audit serius. Jangan Sampai ada oknum yg menikmati bunga bank tersebut. Kami RCW Kepri terus menyoroti anggaran tersebut. Jangan main-main dengan anggaran tersebut,” tambah Mulkansyah.
“Sebaiknya anggaran tersebut, segera disalurkan untuk Reboisasi, dan itu akan lebih baik, daripada mengendap,” kata Mulkan lagi, kepada Pewarta Harian Sijori Kepri, di DPRD Batam, Selasa, (29/08/2017).
“Awaaas, jangan sampai ada yang makan dana pasca tambang tersebut yaaaa. Pokoknya, kami akan terus memelototi dana itu. Dana itu mesti dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” kata Mulkan mencibir. (SK-Nda)








