– Memperingati Tewasnya 4 Mahasiswa Trisakti.
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Ratusan mahasiswa, OKP, LSM, Veteran, Praktisi Hukum, dan Mantan aktivis 98, melakukan Refleksi 19 Tahun Reformasi, Sabtu, ( 13/5/2017 ), Pukul 16.00 WIB, di Kedai Jendela (Sebelah Mako Marniri/Cucian Mobil) Tepi Laut Tanjungpinang.
Refleksi 19 Tahun Reformasi, yang memperingati tewasnya 4 mahasiswa Trisakti di tembak, saat demontrasi melawan kekuasaan Pemerintahan Orde Baru, membuat catatan sejarah Indonesia untuk anak cucu bangsa.
Refleksi 19 Tahun Reformasi yang menghadirkan narasumber mantan aktivis Mahasiswa 98 asal Kepri, mengangkat tema 4 jenazah mahasiswa ditembak, yang kasusnya belum terungkap.
Tak hanya itu, ada Nara sumber anggota DPD Pusat untuk diskusi kilas balik 19 tahun lalu, kejamnya kekuasaan orde baru selama 32 tahun.
Mantan aktivis Trisakti, James Papilaya SH MH MA, mengatakan, Diskusi Publik ini mengulas kembali Refleksi 19 Tahun Reformasi.
“Sebelum diskusi dimulai diputar film Dokumenter Tragedi 19 Tahun Reformasi, Perjuangan mahasiswa menjatuhkan kekuasaan pemerintah orde baru selama 32 ,” ungkapnya.
Lalu, lanjutnya, setelah pemutaran film dokumenter Reformasi masuk segmen Diskusi Publik hingga selesai.
Diskusi ini dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai Kampus, veteran, Pratisi hukum serta tokok-tokoh hebat Kota Gurindam.
Peristiwa Reformasi 1998 adalah tonggak sejarah. Sama seperti peristiwa 66, peristiwa Malari 74, hingga lengsernya kekuasaan pemerintah orde baru saat itu.
Seyogjanya dengan adanya diskusi publik ini, mau dibawa kemanakah paska19 Tahun Reformasi….? Saat itu puluhan mahasiswa korban berjatuhan luka-luka sangat banyak akibat kena pukulan benda tumpul, di tembak gas air mata, hingga tewasnya 4 mahasiswa Trisakti belum terungkap siapa pelakunya…? Belum lagi di zaman digital paska Reformasi sekarang kebablasan dan kegaduhan di Indonesia semakin memperihatinkan. ®








