– Sudah Lima Bulan Sholat Berjamaah Menggunakan Tenda.
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Masjid Al-Husein, yang berlokasi di Perumahan Indo Nusa Lestari Batu 8, tak jauh dari RSUP, masih dalam kondisi renovasi, dan saat ini masih membutuhkan para donatur untuk penyelesaian pembangunannya.
Walikota Tanjungpinang, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Polhukam, Syamsudi S.Sos MH, dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, menyampaikan bahwa membangun rumah Allah, pasti akan selalu ada jalan kemudahan yang Allah berikan, dan akan dibangunkan Istana untuk umatnya di syurga Allah kelak.
“Untuk itu, kepada seluruh jamaah yang hadir untuk sama-sama menyisihkan sebahagian rejeki untuk pembangunan masjid ini,” himbau Samsudi.
Samsudi menambahkan, bahwa tahun 2018 merupakan tahun politik, jangan sampai dengan adanya perbedaan pilihan, perbedaan warna pakaian bisa menjadi kita terpecah belah. “Mari kita jadikan perbedaan ini sebagai pemersatu untuk bersama membangun Kota Tanjungpinang,” tutur Samsudi, Sabtu, (16/12/17), malam.
Meskipun Masjid tersebut baru berdiri tiang dan atap serta dalam tahap renovasi, tetapi tidak menyurutkan niat warga untuk beribadah walaupun hanya beratapkan terpal untuk melindungi dari panas dan hujan.
Ketua Dewan Pemakmuran Masjid Al Husein, Huda Ashori, pada acara itu, mengungkapkan, kondisi ini sudah berlangsung selama 5 (lima) bulan. Warga berharap Masjid ini dapat segera direnovasi, agar seluruh Jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman.
“Maka kami sangat mengharapkan keikhlasan hati para donatur untuk menyisihkan rejekinya untuk membantu menyelesaikan pembangunan renovasi Masjid ini,” ungkap Huda.
Huda Ashori, ketika dikonfirmasi SIJORIKEPRI.COM, membenarkan kalau para jemaah terpaksa melaksanakan shalat berjamaah dengan hanya menggunakan tenda, karena kondisi masjid yang masih dalam perbaikan.
“Masjid yang sebelumnya, dibongkar selepas Idul adha, dan dibangun pondasi hingga atap, namun belum berlantai dan berdinding, yang menggunakan swadaya masyarakat. Jadi sementara shalat berjamaah hanya menggunakan tenda di halaman masjid. Ini sudah berlangsung selama kurang lebih lima bulan,” ungkap Huda, melalui WhatsAPP (WA), Senin, (18/12/2017).
Menurut Huda, pihak Pemko dan Pemprov sudah mengetahui kondisi masjid, karena sebelumnya Gubernur juga pernah shalat berjamaah.
Pengurus Masjid, sambung Huda, juga sudah melayangkan proposal ke pemerintah, baik pemko maupun pemprov. Namun mereka juga tahu, kondisi keuangan pemerintah masih belum menunjang kerana di akhir tahun.
“Mudah mudahan di tahun 2018 ini, kami bisa mendapatkan bantuan. Kami juga mengharapkan dari para donatur lain untuk dapat membantu membangun rumah Allah ini. Selain itu juga kami menjalankan sumbangan keliling dari masyarakat sebagai tambahan,” pungkasnya. (SK-MU/HMS)








