GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Tangis Batin Pedagang “SIMPANG RUJAK HANYA TINGGAL NAMA”

×

Tangis Batin Pedagang “SIMPANG RUJAK HANYA TINGGAL NAMA”

Sebarkan artikel ini

BATAM (SK) — Ternyata dan diam-diam kedatangan Walikota Batam, H.M Rudi SE.MM, beserta Rombongan ke para pedagang Rujak di simpang Seraya, masih sangat berkesan bagi para pedagang rujak. Namun sayang di sayang, kesan yang di tinggalkan Rudi adalah kesan tangis batin.

Tangis batin mendalam yang tak terungkapkan. Sejujurnya kesedihan para pedagang rujak itu, bukan saja karena masalah di gusurnya mereka dan di suruhnya mereka pindah secepatnya ke Tempat yang sudah di tentukan. Namun karena ingin pindah setelah lebaran, tidak terkabulkan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Sejujurnya, saya sangat sedih sekali Mbak. Betul-betul sedih. Kalau masalah di gusur sih, ya bagaimana lagi. Tapi maunya, habis lebaran lah ya. Mana hari dah mau puasa, anak mau sekolah dan lain-lain dan lain-lain lagi,” jelas Pedagang Rujak, Idolaku Mas Bayu bersedih hati.

Disampaikan juga oleh Bayu, bahwasanya secara pribadi pun, dirinya juga sangatlah mendukung program Pemerintah, yang akan di buat. Apalagi program Pemerintah demi Batam lebih maju dan lebih baik, mau membangun jalan biar tidak macet katanya, dan lain sebagainya.

“Tadinya, Kalau bisa, kami sih inginnya habis lebaran, kalau memang kami harus pindah dari sini. Tapi nampaknya memang tidak di kasih. Akhir minggu ini, kami harus sudah pindah. Kami harus

sudah pindah secepatnya di Bengkong sana. Waduuuuh Sedihnya kami,” Lanjut Bayu.

Simpang Rujak Batam tinggal nama saja.(Foto : Ndoro Ayu)
Simpang Rujak Batam tinggal nama saja.
(Foto : Ndoro Ayu)

“Dan yang lebih sedih lagi ya Mbak. Simpang Rujak Batam, hanya akan tinggal nama saja. Keaslian simpang rujaknya, ya tidak akan ada lagi. Disana bukan hanya rujak aja yang ada. Mana debunya lebih banyak, lagi Panas,” ujar Bayu, sambil mengelus-elus gerobak rujaknya, Sedih.

“Disinilah, Di bangku rujak saya yang hanya akan tinggal kenangan ini. Bapak Walikota Rudi pernah duduk. Sungguh kenangan yang mungkin tidak akan pernah terulang lagi lah. Bapak Alin-Alin siapa itu ya, yang UKM, keknya agak maksa kali suruh kami cepat pindah,” tambah Bayu.

“Ya Allah Pak Rudiiii. Oh Pak Rudi Walikota. Sungguh, SIMPANG RUJAK HANYA AKAN TINGGAL NAMA saja. Sedih mbak, jujur saja, sedih kami semua disini, apakah nanti pendapatan kami di tempat yang baru, juga akan sama seperti ketika kami jualan disini. Sungguh kami tidak tahu. Mau tidak ikuti aturan Pemerintah, ya tidak mungkin pula ya Mbaaaak. Mau melawan, ya nanti Pak Rudi marah pula,” kata Bayu sedih sekali, sambil menatap dan menunjuk gerobak teman-temannya yang lain. Kini “SIMPANG RUJAK BATAM HANYA TINGGAL NAMA”. (SK-Nda)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100