TANJUNGPINANG β Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali mencatat prestasi sebagai salah satu dari lima besar provinsi dengan tingkat moderasi dan toleransi beragama terbaik di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyebut capaian tersebut menjadi modal penting dalam membangun daerah yang majemuk dan dinamis.
βKita bersyukur masyarakat Kepri bisa hidup rukun, dengan moderasi dan toleransi beragama yang baik. Selama tiga tahun berturut-turut, pemerintah pusat menempatkan Kepri sebagai salah satu dari lima besar provinsi dengan tingkat moderasi dan toleransi beragama terbaik. Ini adalah modal penting bagi kita untuk terus membangun daerah,β ujar Ansar saat menghadiri Malam Penyambutan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/Tahun Kuda Api 2026 di Tanjungpinang, Selasa (17/2/2026).
Menurut Ansar, Kepri merupakan provinsi yang sangat heterogen dengan keberagaman suku, budaya, adat, dan agama yang hidup berdampingan secara rukun dan damai.
Dari total sekitar 2,18 juta penduduk yang tersebar di 394 pulau berpenghuni dari 2.028 pulau, komposisi masyarakat Kepri terdiri dari berbagai etnis, di antaranya Melayu sekitar 29,97 persen, Jawa 22,7 persen, Batak 12,43 persen, Minang 9,71 persen, serta Tionghoa sekitar 7,7 persen, dengan sisanya berasal dari berbagai latar belakang suku lainnya.
βBoleh berbeda suku, berbeda agama, berbeda budaya, tetapi kita dipayungi oleh Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda namun tetap satu. Inilah kekuatan Kepulauan Riau,β tegasnya.
Ansar menilai, stabilitas sosial yang terjaga melalui semangat moderasi dan toleransi menjadi fondasi kuat dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial di daerah.
Ia berharap nilai-nilai kebersamaan tersebut terus dirawat agar Kepri semakin maju, harmonis, dan berdaya saing. ***














