Warga Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Adi Dola, nekat memukul adik kandungnya, Anisantia, hingga tewas berlumuran darah. (Foto : Polsek Pulau Laut)Kronologis kejadian, sebutnya, bermula Minggu (19/7/2020) sekira pukul 11.00 WIB, adik iparnya, Sarah, mendatangi pelaku yang sedang bekerja. Sarah meminta pelaku yang bekerja sebagai nelayan ini, segera pulang ke rumah, karena adiknya, Anisantia, sedang marah-marah di rumah dan hendak memukul Ibu Mertuanya.
Tidak berapa lama kemudian, isteri pelaku, Sumiati, juga datang menyusul ke lokasi pelaku dan memintanya segera pulang dan mengurus korban. Pelaku pun bergegas meninggalkan lokasi kerja, diikuti isteri dan adik iparnya.
Sesampai di lokasi kejadian, pelaku langsung masuk ke dalam rumah, dan mengunci pintu dari dalam rumah. Setelah itu pria ini segera menuju kamar korban.
”Saat itu korban sedang berbaring di dalam kamar. Kemudian pelaku langsung mengambil sebuah tali dan berusaha mengikat korban dengan sebuah tali. Namun korban melawan, sehingga pelaku langsung menginjak kepala korban dengan kaki kanannya sebanyak 8 kali,” kata Nellay Boy.
Karena injakan ini, korban pun langsung lemas. Kondisinya setengah sadar (hampir pingsan). Tidak sampai di situ, pelaku langsung bergegas keluar kamar untuk mengambil sebuah kayu dari belakang rumah dan langsung kembali lagi kedalam kamar, dan pelaku langsung menghantam kepala korban sebanyak 10 kali.
”Melihat kepala korban pecah dan berlumuran darah, pelaku segera keluar dan pergi mandi. Kemudian setelah itu ia keluar rumah dan menuju rumah, Keranai, Ketua RW 002 Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut, untuk memberitahukan bahwa terlapor baru saja membunuh adiknya,” kata perwira ini.
Pelaku pun langsung diamankan aparat polisi. Saat ini, pelaku ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Nard)














