Scroll untuk baca artikel
BATAMHEADLINEPENDIDIKAN

Akses Jalan Sulit, Sekolah Manunggal Nusantara dan Orang Tua Murid Menjerit

×

Akses Jalan Sulit, Sekolah Manunggal Nusantara dan Orang Tua Murid Menjerit

Sebarkan artikel ini
Jalan masuk ke Sekolah Manunggal Nusantara, Kota Batam. (Foto : Darma Dirgantara)

BATAM – Miris, seakan tak ada habisnya sekelumit permasalahan yang mendera Sekolah Manunggal Nusantara yang beralamat di Kampung Bintang RT 003 RW 016, Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu aji, Kota Batam.

Jalan yang semestinya mendapat akses utama ke Sekolah TK dan SD Manunggal Nusantara, namun belakangan kian sulit untuk dilalui. Siswa maupun orang tua termasuk guru-guru kian menjerit. Jalan yang biasa mereka lalui kini terpaksa beralih.

Geser Untuk Lanjutkan Baca Berita
Geser Untuk Lanjutkan Baca Berita

Saat awak media menyambangi Ketua Yayasan Sekolah Manunggal Nusantara, Pdt Minto Widodo, sangat mengesalkan hal ini sampai terjadi. 

“Sebenarnya kalau saya tega, pihak perumahan ini suruh bongkar jembatan portable ini,” kata Pdt Minto.

Padahal dulu mereka izinkan, walaupun secara lisan. Namun belakangan ini justru informasi yang beredar di masyarakat itu beda.

“Kalau tidak diperbolehkan, seharusnya mereka hentikan pengerjaan itu. Apalagi, mereka itu ada dari pagi hingga siang, dan ada dilokasi,” ucapnya dengan nada kesal, Selasa (30/01/2024) sore.

BACA JUGA :  UMK Batam 2023 Ditetap, Naik 7,50 Persen dari Tahun Sebelumnya

Hal yang sama disampaikan Kepala SD Manunggal Nusantara, Mardeswati, selama ini Sekolah Manunggal Nusantara terkendala jalan dan memang selama ini pula kami menumpang ke perumahan disamping. Jadi sekarang kami kesulitan. 

Disampaikannya lagi, bahwa dulu Satpol PP memang pernah turun, namun belakangan ini belum ada lagi. Kita juga sudah memberikan informasi ke Kelurahan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

Bahkan Ke BP Batam pun, kita sudah mengirimkan surat bulan Oktober lalu, namun hingga kini juga belum ada tindak lanjut.

“Apalagi ini sudah dimulainya PPDB. Dan mohonlah kepada BP Batam, segera ditindaklanjuti surat kami. Terkhusus kepada Bapak Rudi untuk bisa turun ke lokasi melihat kondisi kami,” harap Mardeswati.

“Sebab, kendala yang paling kami rasakan, yakni jalan ini, apalagi saat hujan, licin jadi banyak orang tua murid dan muridnya tergelincir, termasuk saya sendiri,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Ini Informasi Gangguan Suplai Air “UNTUK WILAYAH TIBAN dan SEKITARNYA”

Saat ini, lanjut Mardeswati, murid Sekolah Manunggal Nusantara sudah ada 104 (seratus empat) dan yang sudah daftar 23 (dua puluh tiga), jadi sementara total sudah 127 (seratus dua puluh tujuh) murid. Artinya mesti ada penanganan khusus.

“Harapan kami, segera ada penyelesaian, supaya memudahkan kami dalam pembelian material untuk pembuatan kelas-kelas selanjutnya,” harap Mardeswati. 

Ditempat terpisah, Lurah Tanjung Uncang, Sutrisna Wijaya, saat dikonfirmasi membenarkan. 

“Iya benar, memang pernah konfirmasi dan tengah kita pelajari,” ujarnya.

Hal senada disampaikan juga orang tua siswa, Sri, mengatakan, seharusnya akses jalan ini diprioritaskan, tapi kenapa sampai hari ini belum juga terlaksana.

“Dan keinginan kami sebagai orang tua, secepatnyalah dari instansi terkait untuk menindaklanjuti permasalahan ini, supaya kami pun mudah saat masuk ke sekolah,” harap Sri.

Kemudian, diaminkan oleh Heni yang juga orang tua murid mengharapkan semoga jalan ini secepatnya diselesaikan sesuai dengan fungsinya.

“Biar kami mudah ngantar anak-anak sekolah, sehingga kami pun nyaman. Apalagi sebentar lagi sudah mau penerimaan murid,” paparnya.

BACA JUGA :  “Gapai Generasi Gemilang” Jadi Tema HUT ke 36 Tahun IKABOGA

Ditempat yang sama, Ketua RT 003 RW 016, Rahmat, menyampaikan, ini kan akses untuk generasi anak bangsa, dan mereka itu anak-anak kita yang akan dididik disini.

Akses jalan yang selama ini digunakan sudah tidak diperbolehkan, jadi kita buka akses baru.

Yang sebelumnya, kita pernah kerja sama dengan pihak developer, sepakat awalnya untuk akses masuk, ternyata berjalannya waktu ada perubahan.

Dan kita berpikir positif, mungkin ada hal-hal lain, sehingga kita berdiskusi kembali dengan pendiri-pendiri Yayasan atau pengurus lainnya, supaya dapat akses jalan masuk kembali.

“Dan salah satunya ini, yang tengah kita garap. Mungkin row jalan ini yang akan kita gunakan untuk akses keluar masuk anak-anak, termasuk truk-truk material bangunan,” cetusnya.

“Kemarin kita sudah konfirmasi ke Kelurahan, dan Alhamdulillah mereka support,”  ucap Rahmat. ***

Share and Enjoy !

Shares
Shares
DMCA.com Protection Status