Ansar Minta TNI AL Tingkatkan Pengawasan

oleh
– Nelayan Asing Semakin Merajalela di Tambelan

BINTAN (HK) – Bupati Bintan Ansar Ahmad meminta kepada petugas keamanan dilaut seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan untuk mengintenskan pengawasannya diwilayah perairan laut Bintan.

Pasalnya, kapal-kapal nelayan asing belakangan ini memang terlihat semakin merajalela melakukan penangkapan ikan diperairan Indonesia khususnya wilayah Bintan di Tambelan. Selain itu juga, baru-baru ini dilaporkan, nelayan Bintan mendapat perlakuan tidak baik dari nelayan Thailand.

“Saya sudah dapat informasinya soal itu, dalam waktu dekat kita akan surati TNI Angkatan Laut, agar bisa melindungi nelayan kita dari perlakuan tidak menyenangkan dari nelayan asing itu,” kata Ansar, Rabu (5/11).

Ansar juga sangat menyayangkan atas perlakuan yang dilakukan nelayan Thailand terhadap nelayan Tambelan. Hal ini mengingat, masih lemahnya pengawasan laut sehingga memudahkan pihak asing mencuri ikan di perairan Bintan yang merupakan wilayah kelautan strategis di Indonesia.

Ansar membeberkan, perlakuan serupa dulu memang sering terjadi. Namun setelah dilakukan pengawasan yang cukup ketat dari pihak petugas keamanan di laut, hal tersebut sempat hilang dan sekarang harus muncul lagi. Untuk itu kata Ansar, petugas kemananan diminta untuk kembali lagi melakukan pengawasan agar hal tersebut tidak timbul lagi.

“Dulu-dulu pernah juga terjadi seperti ini, nah sekarang karena lemahnya pengawasan kita terjadi lagi. Makanya saya minta agar pihak TNI AL perketat kemanan laut, agar nelayan kita nyaman mencari ikan,” ungkap politisi partai Golkar itu.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tambelan Syamsudin menceritakan kejadian yang dialami nelayan Tambelan saat melaut di perairan barat Tambelan. Beberapa nelayan Tambelan ditakuti bahkan dikejar menggunakan kapal oleh nelayan Thailand.

Insiden itu bahkan sempat mencelakan nelayan Tambelan yang sedang melakukan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap rawai. Sekitar 3000-an lebih rawai nelayan, putus didasar laut akibat tertarik jaring pukat harimau yang digunakan nelayan Thailand.

Syamsudin menuturkan, kapal yang digunakan nelayan Thailand tersebut berukuran sangat besar. Sehingga kata dia, tidak sebanding dengan ukuran kapal nelayan Bintan. “Kejadian seperti ini yang menjadi momok bagi nelayan Tambelan, untuk itu kita minta agar pengawasan dari pihak keamanan di perairan Indonesia bisa lebih ditingkatkan lagi,” ungkap Syamsudin. (HK)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.