Begitupun dari sahabat dekatnya, dan berasal dari daerah yang sama mengatakan, memang almarhum Mukhlis sosok yang pendiam, tapi kalau sudah dekat dengan orang, ia terbuka.
“Kami tak menduga sampai sejauh itu almarhum bertindak,” katanya.
Dari sekian informasi yang kami rangkum, ada berita yang mencengangkan sekaligus mengharukan dari pengakuan salah satu warga, dimana satu hari sebelum almarhum Mukhlis tewas, Jumat, (21/05/2021), lalu, terjadi pertengkaran hebat di rumah kediaman Almarhum. Saat itu terjadi cek cok dengan salah satu anaknya, dan menghardik almarhum Mukhlis.
“Bagus mati aja Ayah,” cetusnya menirukan suara salah satu anaknya.
“Tampak setelah keributan tersebut, almarhum Mukhlis pergi entah kemana, dan besoknya terdengarlah kabar seperti ini,” tambahnya.
“Semoga almarhum diterima Allah SWT, diampuni segala dosanya dan mendapatkan tempat yang layak disisinya,” tutupnya.
Mukhlis Sempat Tinggalkan Surat Wasiat
Sebelumnya diberitakan, pagi-pagi buta, warga Sagulung digegerkan dengan temuan mayat seorang pria berinisial M (41), merupakan guru honorer yang tewas gantung diri di ruang kerja SMK Negeri 5, Sagulung, Kota Batam, Sabtu, (22/05/2021), pagi. Informasi pertama, korban M ditemukan pihak keluarga, akibat seharian tak kunjung pulang.
Korban M, terakhir kali izin ke istrinya hendak berangkat kerja, Jumat, (21/05/2021) lalu, namun hingga sore sampai malam bahkan paginya korban tak kunjung pulang. Akibatnya keluarga merasa resah dan khawatir.
Begitupun saat pihak keluarga mencoba telepone atau WhatsApp berkali-kali tetapi tak kunjung diangkat atau dibalas.
















