BATAM β Program Kepri Terang yang digagas Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kampung perkebunan. Masuknya listrik 24 jam melalui program tersebut diyakini mampu mendorong produktivitas petani, khususnya di Kampung Tembesi Sidomulyo RW 006, Kecamatan Sagulung, Kota Batam.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, saat meresmikan Program Kepri Terang di kampung tersebut menegaskan bahwa ketersediaan listrik menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.
βListrik adalah nyawa bagi pembangunan. Dengan listrik yang menyala 24 jam, aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik bisa berjalan optimal. Terlebih kampung ini merupakan kampung perkebunan yang mendukung ketahanan pangan di wilayah Kepri,β ujar Ansar.
Ansar Ahmad menyampaikan bahwa kehadiran listrik di kampung perkebunan diharapkan dapat mempermudah para petani dalam menjalankan kegiatan pertanian sehari-hari. Mulai dari pengolahan hasil kebun hingga aktivitas pendukung lainnya yang membutuhkan pasokan listrik yang stabil.
Menurutnya, percepatan pembangunan di wilayah kampung dan perkebunan tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan infrastruktur dasar, salah satunya listrik yang menyala sepanjang hari.
Program Kepri Terang merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang terus diperluas jangkauannya agar seluruh masyarakat dapat menikmati listrik layak selama 24 jam. Ansar Ahmad menegaskan, masih terdapat pulau-pulau yang belum sepenuhnya menikmati layanan listrik yang memadai.
βMasih ada pulau-pulau yang belum menikmati listrik layak. Target kita jelas, seluruh warga Kepri, di pulau manapun mereka tinggal, harus bisa merasakan terang benderang di rumahnya. PLN bersama Pemprov akan menuntaskan ini hingga Tahun 2027,β tegasnya.
Hingga Juni 2025, rasio elektrifikasi di Provinsi Kepulauan Riau telah mencapai 99,10 persen dan ditargetkan mencapai 100 persen pada tahun 2027 sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. ***














