BATAM β Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencatat capaian signifikan dalam pemerataan akses listrik. Hingga Juni 2025, rasio elektrifikasi di Kepri telah mencapai 99,10 persen dan ditargetkan tuntas menjadi 100 persen pada tahun 2027.
Capaian tersebut ditegaskan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, saat meresmikan Program Kepri Terang di Kampung Tembesi Sidomulyo RW 006, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Sabtu (31/1/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memastikan seluruh masyarakat menikmati listrik layak 24 jam.
βMasih ada pulau-pulau yang belum menikmati listrik layak. Target kita jelas, seluruh warga Kepri, di pulau manapun mereka tinggal, harus bisa merasakan terang benderang di rumahnya. PLN bersama Pemprov akan menuntaskan ini hingga Tahun 2027,β tegas Ansar.
Ansar Ahmad menyampaikan bahwa Program Kepri Terang terus diperluas jangkauannya, tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga menyasar kampung, kawasan perkebunan, hingga wilayah kepulauan. Menurutnya, listrik merupakan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.
βListrik adalah nyawa bagi pembangunan. Dengan listrik yang menyala 24 jam, aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik bisa berjalan optimal,β ujarnya.
Peresmian Kepri Terang di Kampung Tembesi Sidomulyo menjadi salah satu contoh konkret pemerataan listrik di wilayah kampung perkebunan. Kawasan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah, sehingga ketersediaan listrik diharapkan mampu mempercepat aktivitas pertanian dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
Pemprov Kepri optimistis, dengan kolaborasi bersama PLN dan dukungan berbagai pihak, target rasio elektrifikasi 100 persen pada tahun 2027 dapat tercapai sesuai rencana. ***














