Isteri korban, Sri Rahayu, diminta keterangan membenarkan kejadian ini. ”Mohon doa, ya Pak. Semoga suami saya tidak mengalami sesuatu apa pun,” kata Sri Rahayu, mengawali ucapannya.
Wanita ini, mengaku sama sekali tidak ada firasat suaminya akan mengalami insiden ini. Karena, aktivitas mancing ini telah sering dilakukan korban.
”Biasanya, jika hari Sabtu, Bapak pergi mancing. Pulangnya keesokan harinya,” katanya, dengan nada sedih.
Informasi suaminya tenggelam dan dinyatakan hilang, ia terima ketika baru pulang Sholat Taraweh, Sabtu, (16/5/2020) malam sekira pukul 20.30 WIB. Mendengar informasi ini, tubuhnya langsung gemetar dan ia memberitahukan ke pihak keluarga lainnya.
Sebelum pergi mancing, Sri Rahayu mengaku sempat melarang korban. Namun, korban tetap menyiapkan alat pancingnya dan minta izin berangkat. ”Saya telah melarang Bapak jangan pergi mancing. Tapi, beliau tetap menyiapkan alat pancing,” katanya.
Masih kata wanita ini, sebenarnya, korban pernah berkata pada dirinya, selama puasa Ramadhan ini, ia tidak akan turun mancing. Bahkan, kapal boatnya telah dinaikkan ke darat. Namun, entah apa sebabnya, suaminya minta izin turun ke laut untuk mancing. Kapal boatnya diturunkan lagi ke laut.
”Mohon doa ya Pak. Semoga tidak terjadi apa-apa dengan suami saya,” kembali wanita ini minta doa. (Wak Dar)














