GESER UNTUK BACA BERITA
BERITA TERKINI

Tuntut SMI Diadili, FRAKSI Gelar Aksi “DI HALAMAN KANTOR KPK”

×

Tuntut SMI Diadili, FRAKSI Gelar Aksi “DI HALAMAN KANTOR KPK”

Sebarkan artikel ini
Tuntut Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati (SMI) Diadili, FRAKSi Gelar Aksi di Halaman Gedung KPK. (Foto : Wak Min)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

Tuntut SMI Diadili, FRAKSI Gelar Aksi “DI HALAMAN KANTOR KPK”

SIJORIKEPRI.COM, JAKARTA — Massa mengatasnamakan diri Front Rakyat Anti Korupsi (FRAKSI), menggelar aksi di Halaman Gedung KPK, meminta lembaga anti rasuah itu menuntaskan kasus mega korupsi Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sampai ke akar akarnya, Rabu, (18/7/2018).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam aksi yang hanya diikuti puluhah  massa tersebut, mereka menuntut KPK mengusut Sri Mulyani Indrawati (SMI) karena menjual aset Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) yang merugikan negara mencapai Rp 4,5 triliun.

Puluhan massa yang mengatasnamakan diri Fraksi, melakukan aksi sekitar pukul 12.20 WIB. Mereka membawa spanduk dan dilengkapi dengan topeng bergambar muka Sri Mulyani.

“KPK jangan tebang pilih, dalam menyikapi kasus SKL BLBI, harus tangkap big fish-nya, jangan hanya tangkap kroconya. Sehingga tidak terkesan tebang pilih,” tegas koordinator aksi, T Fahmi.

Dalam releas yang dibagikan, Fraksi, mengatakan, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, memasuki babak baru. Karena dalam SKL BDNI, sebesar Rp 4 triliun telah menjerat mantan Kepala BPPN.

“Akhirnya fakta persidangan terkuak ada big fish, sekelas Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, yang menjual aset BDNI,” ungkap Fahmi, meminta komitmen KPK mengusut tuntas kasus BLBI.

Untuk itu, lanjut koodinator Fraksi, sangat penting kesaksian dari mereka untuk dielaborasi lebih dalam, sehingga penegakan hukum dalam SKL BLBI dapat terbuka terang benderang dan menjerat tanpa pandang bulu.

Ia menilai banyak kejanggalan dalam pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, makin kedepan kasus itu terus menemukan babak baru terbuka dalam persidangan. Dan ini harus menjadi komitmen KPK untuk mengusut tuntas. (wak min)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100