TANJUNGPINANG – Dalam upaya memperkuat tata kelola keuangan umat, Bank Riau Kepri (BRK) Syariah bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar kegiatan Safari Haji di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (22/9/2025).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, serta menghadirkan ratusan peserta dari unsur pemerintah, perbankan, dan masyarakat. Safari Haji ini menjadi ajang edukasi dan sosialisasi pengelolaan dana haji yang aman, produktif, dan sesuai prinsip syariah.
Deputi Penghimpunan BPKH, Juni Suprianto, menjelaskan bahwa kerja sama dengan BRK Syariah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di daerah.
“Kami ingin memastikan pengelolaan dana haji dilakukan dengan prinsip amanah dan profesional. Melalui kerja sama ini, masyarakat Kepri akan semakin mudah mendapatkan akses layanan haji yang transparan dan sesuai syariah,” ujar Juni.
Menurutnya, dengan masa tunggu haji di Kepri yang mencapai 25 tahun, penting bagi masyarakat untuk menyiapkan perencanaan keuangan sejak dini.
Karena itu, BPKH juga memperkenalkan Program Haji Muda, yang ditujukan bagi generasi milenial agar dapat menabung dan mendaftar haji lebih awal.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam pengelolaan dana haji.
“Kami telah menyiapkan sistem pengelolaan dana haji yang akuntabel dan modern. Hingga kini, BRK Syariah telah melayani lebih dari 2.400 porsi haji di Kepulauan Riau,” ungkapnya.
Helwin menambahkan, sinergi dengan BPKH tidak hanya sebatas pengumpulan dana, tetapi juga pada pemanfaatannya untuk kegiatan yang produktif dan berdampak sosial.
“Dana umat harus dikelola dengan bijak. Tidak hanya aman, tapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui investasi yang bermanfaat,” ujarnya.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengapresiasi kolaborasi antara BPKH dan BRK Syariah yang dinilainya sebagai bentuk nyata penguatan ekosistem keuangan syariah di daerah.
“Dana haji adalah amanah besar. Karena itu harus dikelola secara aman, produktif, dan memberi manfaat nyata bagi umat. Saya sangat mendukung sinergi ini karena membawa semangat transparansi dan profesionalisme,” kata Ansar.
Ansar juga menegaskan pentingnya literasi keuangan syariah agar masyarakat semakin paham bahwa pengelolaan dana haji bukan hanya administratif, tapi juga berorientasi pada kesejahteraan umat.
Gubernur Ansar menilai Batam memiliki potensi besar untuk menjadi embarkasi haji dan umroh nasional, mengingat letaknya yang strategis dan fasilitas Bandara Hang Nadim yang memadai.
“Batam bisa menjadi gerbang utama bagi jemaah haji dan umroh di wilayah barat Indonesia. Dengan dukungan BRK Syariah dan BPKH, hal ini bisa terwujud,” ujarnya optimistis. ***














