TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengapresiasi kolaborasi antara Bank Riau Kepri (BRK) Syariah dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang menggelar kegiatan Safari Haji di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (22/9/2025).
Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, masyarakat, dan jajaran pemerintah daerah. Safari Haji menjadi ajang edukasi dan sosialisasi tentang pengelolaan dana haji yang aman, transparan, serta sesuai prinsip syariah.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menegaskan pentingnya menjaga amanah dalam pengelolaan dana haji.
Ia menilai sinergi BRK Syariah dan BPKH menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola keuangan syariah di daerah.
“Dana haji harus dikelola secara aman, produktif, dan memberi manfaat nyata bagi umat. Saya apresiasi kolaborasi ini sebagai wujud komitmen dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Ansar.
Ia juga mendorong agar Kepri, khususnya Batam, dapat menjadi salah satu embarkasi haji dan umroh di masa depan.
Dengan fasilitas Bandara Hang Nadim yang memiliki landasan pacu 4.025 meter, Ansar meyakini Batam sangat layak menjadi titik keberangkatan langsung jemaah haji dan umroh.
“Selama ini banyak masyarakat Kepri berangkat umroh lewat Singapura dan Malaysia. Ke depan, kita harap seluruh jamaah bisa diberangkatkan dari Tanah Air sendiri dengan biaya yang lebih efisien,” tegasnya.
Plt. Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada calon jamaah haji melalui pengelolaan dana yang profesional dan transparan.
“Target porsi haji BRK sebanyak 2.482 porsi, dan seluruhnya sudah terpenuhi. Kami akan terus memastikan dana umat dikelola dengan amanah dan sesuai prinsip syariah,” jelasnya.
Helwin menambahkan, dengan masa tunggu haji di Kepri mencapai 25 tahun, masyarakat perlu menyiapkan diri sejak dini agar ibadah haji dapat dilaksanakan dengan kesiapan keuangan yang matang.
Deputi Penghimpunan BPKH, Juni Suprianto, menjelaskan bahwa BPKH tengah memperkenalkan Program Haji Muda, yang menyasar generasi milenial untuk mendaftar haji lebih awal.
“Saat ini mayoritas pendaftar berusia di atas 40 tahun. Padahal, dengan mendaftar sejak muda, calon jamaah punya waktu cukup untuk menabung dan mempersiapkan diri secara finansial maupun kesehatan,” terangnya.
Juni juga menyebut BRK Syariah sebagai bank kebanggaan masyarakat Riau dan Kepri yang diharapkan dapat menjadi Bank Tuan Rumah dalam pengelolaan dana haji di wilayah ini.
Menurut Gubernur Ansar, kegiatan Safari Haji bukan sekadar sosialisasi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ekosistem keuangan syariah di Kepri.
“Kolaborasi antara BPKH dan BRK Syariah mencerminkan semangat membangun ekonomi umat yang mandiri. Ini langkah nyata dalam memperkuat literasi dan akses keuangan syariah di daerah,” tutup Ansar. ***














