SIJORIKEPRI.COM, LINGGA — Ruang kantor utama bangunan pelabuhan Roro Penarek, Selasa (09/05/2017), malam, hangus dilalap si jago merah. Terbakarnya gedung utama yang kesehariannya digunakan untuk aktifitas kegiatan administrasi kapal ASDP roro tersebut, membuat semua kelengkapan pelayanan alat kantor ikut hangus terbakar. Sementara penyebab terjadinya kebakaran, hingga saat ini masih belum diketahui.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, Yusrizal, mengatakan, menurut dari keterangan penjaga malam yang ditugaskan, sumber api terlihat pertama kali dari atap gedung, namun penyebab kebakaran belum bisa kita ketahui secara pasti.
“Api terlihat pertamakali dari atap gedung, hanya kita belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut,” ungkapnya, Selasa, (09/05/2017), kemarin.
Keberadaan kantor pelabuhan roro penarek ini, lanjut Yusrizal, belum diserah terimakan kepada Pemkab Lingga, artinya masih milik dari Dirjend perhubungan darat. Selain itu, keberadaan pelabuhan roro ini belum dilengkapi dengan aliran listrik dari PLN, saat ini masih menggunakan mesin genset sebagai sumber penerangan dan aktifitas lainnya.
“Itupun digunakan hanya untuk fasilitas gedung serta derek turun naiknya jembantan ( mobile breake ) kapal roro saat ada aktifitas. Namun, jika tidak ada aktifitas mesin genset tersebut tidak di fungsikan,” terangnya.
Di pelabuhan Roro tersebut, ada 5 orang yang di tugaskan untuk menjaga malam, hanya untuk sementara saja, tambah Yusrizal, karena hingga saat ini, kita belum memiliki petugas jaga malam yang khusus. Dan satiap malam, pintu pagar setelah aktifitas langsung di kunci.
“Kerugian di perkirakan hampir Rp 200 juta. Saat ini pelayanan di pelabuhan Roro penarek sifatnya darurat saja, serta dengan ruang tunggu dan seadanya,” unggahnya. (SK-Pus)








