NATUNAPROFIL

Herriyandi dan Putri Puspitasari

×

Herriyandi dan Putri Puspitasari

Sebarkan artikel ini

– Pengusaha Muda Family Karaoke Blitz.

NATUNA (SK) — “Yakin, bekerja dan sukses”, itulah filosofis yang dipegang oleh Herriyandi alias Kenken, salah seorang putra asli Natuna, yang saat ini telah sukses membangun usaha Family Karaoke. Herriyandi sangat tahu dalam memilih bisnis yang akan dijalankannya, meskipun secara pengalaman ia belum pernah terjun langsung dalam mengelola bisnis hiburan. Akan tetapi dengan niat dan motivasi yang tinggi, serta didorong oleh pihak keluarga terutama sang istri, membuatnya semakin kuat untuk menjalani usaha tersebut.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Herriyandi, sejatinya merupakan seorang sarjana Sistem Informasi di Universitas Bina Nusantara Jakarta, akan tetapi ia lebih memilih menjadi seorang pengusaha dibandingkan menjadi seorang PNS.

“Saya memilih menjadi pengusaha dari pada menjadi seorang PNS, dimana usaha kita dapat membantu pemerintah Natuna untuk mengurangi angka pengangguran,” sebut Kenken, yang dijumpai di tempat usahanya, Blitz, Jalan DKW. Moh. Benteng, Kecamatan Bunguran Timur, Minggu, (06/03/2016).

Lanjut Herriyandi, menjadi seorang sukses tidak harus berpendidikan sarjana, tetapi pengalaman yang paling utama.

“Saya mencoba berkerja dimanapun saya bisa, karena pengalaman merupakan guru paling berharga. Berkuliah saja tidak akan optimal untuk membangun kualitas pribadi, karena di bangku perkuliahan 90 persennya adalah teori,” ungkap pengusaha muda ini.

Awal Berdirinya Usaha Family Karaoke

Kepada Sijori Kepri, Herriyandi menceritakan awal berdiri Family Karaoke Blitz ini, dimana, di Ranai tidak ada Karaoke Keluarga. Menurutnya, ini sebuah peluang, karena di Ranai ini Karaokenya identik dengan karaoke yang ditemani seorang wanita penghibur dan minuman keras.

“Awalnya ide ini lahir, karena saya melihat ketersediaan tempat karaoke di Ranai ini, sangat kurang malahan tidak ada sama sekali untuk karaoke keluarga. Karena karoke yang ada sekarang ini diidentikan sebagai tempat karaoke dengan ditemani seorang wanita penghibur dan minuman keras. Sehingga tidak sanggup memenuhi kebutuhan hiburan masyarakat disini, melihat hal tersebut sebagai sebuah peluang,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Herriyandi, telah memperkerjakan empat orang karyawan di Family Karoke “Blitz”. Tentunya, memang tidak mudah dalam membangun sebuah usaha, seperti kata pepatah “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”, hal ini juga dialami nya.

“Diawal-awal berdiri memang kita kesulitan modal, namun berkat usaha dan karunia dari Tuhan pelan-pelan dapat teratasi,” pungkasnya.

Putri Puspitasari, sang Istri juga menuturkan, bahwa membangun usaha bisnis di Natuna tidaklah semudah di kota-kota besar yang selalu banyak pengunjungnya.

“Pengusaha karoke khusus keluarga disini sangat sedikit pengunjungnya, hal tersebut dimungkinkan karena di Blitz ini tidak menjual minuman keras dan tidak pula ditemani oleh wanita penghibur, mungkin itu penyebabnya,” sambungnya.

Herriyandi dan sang Istri sangat berharap, agar pemuda-pemuda di Natuna dapat hidup mandiri secara kreatif dan penuh inovasi.

“Kalau bukan kita yang membangun daerah Natuna, mau berharap ke siapa lagi?. Ini momentum yang tepat bagi pemuda Natuna untuk berkarya dalam membangun
negeri, bukan hanya melalui politik, tetapi melalui semangat entrepreneur kita juga dapat memberikan sumbangsih bagi Natuna ini,” tutupnya. (SK-Im)

Pengusaha muda (Herriyandi beserta istri Putri Puspitasari).(Foto : Imam Agus)
Pengusaha muda (Herriyandi beserta istri Putri Puspitasari).
(Foto : Imam Agus)