GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Penyengat Heritage 2026 Satukan Peserta dari Indonesia, Malaysia dan Singapura

×

Penyengat Heritage 2026 Satukan Peserta dari Indonesia, Malaysia dan Singapura

Sebarkan artikel ini
Penyengat Heritage 2026 Satukan Peserta dari Indonesia, Malaysia dan Singapura
Penyengat Heritage 2026 Satukan Peserta dari Indonesia, Malaysia dan Singapura. (Foto : Ron)

TANJUNGPINANGPenyengat Heritage 2026 tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya Melayu, tetapi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat Melayu serumpun dari berbagai daerah dan negara.

Perhelatan yang berlangsung di Kawasan Balai Adat Pulau Penyengat pada 19–21 Juni 2026 itu menghadirkan peserta dari Indonesia, Malaysia, hingga Singapura melalui berbagai perlombaan dan atraksi budaya yang digelar selama festival berlangsung.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kehadiran peserta lintas negara menjadi salah satu bukti bahwa Pulau Penyengat masih memiliki daya tarik kuat sebagai pusat kebudayaan Melayu yang dikenal luas di kawasan regional.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Hasan menjelaskan bahwa Festival Gasing Internasional tahun ini diikuti 40 peserta yang berasal dari DMDI Malaka, Johor, Kuala Lumpur, Siak, Pelalawan, serta berbagai daerah di Kepulauan Riau.

“Festival Gasing Internasional diikuti 40 peserta yang berasal dari DMDI Malaka, Johor, Kuala Lumpur, Siak, Pelalawan, serta perwakilan dari berbagai daerah di Kepulauan Riau,” kata Hasan.

Tidak hanya itu, lomba Jong juga mendapat antusiasme tinggi dengan keikutsertaan sekitar 200 peserta dari Singapura, Kuala Lumpur, Johor, Pelalawan, Moro, Tanjung Balai Karimun, Batam, dan daerah lainnya di Kepulauan Riau.

Partisipasi yang luas tersebut memperlihatkan bahwa warisan budaya Melayu masih menjadi perekat hubungan masyarakat yang memiliki akar sejarah dan budaya yang sama meskipun berasal dari wilayah dan negara yang berbeda.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menilai Penyengat Heritage memiliki peran penting tidak hanya sebagai sarana promosi wisata dan budaya, tetapi juga sebagai wadah mempererat hubungan masyarakat Melayu serumpun.

Menurut Ansar, Pulau Penyengat memiliki nilai historis yang kuat sehingga sangat tepat dijadikan pusat kegiatan budaya yang mempertemukan berbagai komunitas Melayu.

“Selain menjadi sarana promosi pariwisata dan budaya, Penyengat Heritage juga menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat Melayu serumpun dari berbagai daerah dan negara yang memiliki ikatan sejarah serta budaya yang sama,” ujar Ansar.

Perhelatan tahun ini mengusung tema “Regeneration Lifestyle Tourism” yang menekankan pentingnya regenerasi budaya dan pelestarian lingkungan melalui pendekatan pariwisata modern.

Selain berbagai perlombaan budaya, kegiatan juga diramaikan dengan pertunjukan seni serta nonton bareng pertandingan Piala Dunia hasil kolaborasi dengan TVRI Kepulauan Riau yang mendapat antusiasme masyarakat dan wisatawan.

Melalui event ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap Pulau Penyengat semakin dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu yang memiliki gaung hingga tingkat internasional. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100