KABUPATEN LINGGA – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lingga berharap adanya fasilitas khusus untuk penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), mengingat hingga kini daerah tersebut belum memiliki tempat yang memadai untuk menangani kasus ODGJ yang membutuhkan perawatan khusus.
Minimnya fasilitas ini menjadi perhatian setelah munculnya keluhan dari warga terkait keberadaan ODGJ yang sering menimbulkan keresahan.
Salah seorang warga, Akbar (32), mengungkapkan kekhawatirannya karena seorang ODGJ kerap datang ke kedainya di Jalan Perusahaan, Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep.
“ODGJ ini sering berkeliling di sekitar kedai, kadang meminta uang, bahkan mengambil makanan. Hal ini cukup mengkhawatirkan bagi kami dan pengunjung kedai,” ujar Akbar, Kamis (20/2/2025).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Rehabilitasi, Jaminan, dan Perlindungan Sosial Dinsos Lingga, Hazni Hamka, menyampaikan bahwa belum adanya fasilitas khusus untuk penanganan ODGJ menjadi kendala besar dalam memberikan layanan yang optimal.
“Saat ini, jika ada ODGJ yang membutuhkan perawatan atau penanganan khusus, kami harus merujuknya ke Batam atau Bintan karena Kabupaten Lingga belum memiliki fasilitas yang memadai,” jelas Hazni.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dan keluarga dalam menangani ODGJ, mengingat peran sosial lingkungan sangat membantu dalam menjaga kondisi mereka agar tetap terkendali.
“Peran masyarakat dan dukungan keluarga sangat penting agar ODGJ dapat tetap berada dalam lingkungan yang lebih stabil dan aman,” tambahnya.
Dengan keterbatasan fasilitas yang ada, Dinsos Lingga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dan pihak terkait untuk membangun fasilitas khusus bagi ODGJ di Kabupaten Lingga.
Selain itu, mereka juga mengajak masyarakat untuk bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pihak. ***









