BATAM (SK) — Nampaknya Batam belum bisa dikatakan sebagai Kota Layak Anak. Bagaimana Batam bisa dikatakan sebagai Kota Layak Anak. Sementara kekerasan terhadap anak juga banyak terjadi. Kalau satu pembunuhan saja terjadi, itu masih boleh di katakan tidak banyak.Tapi kalau sudah lebih dari satu, itu namanya banyak.Karena menyangkut nyawa orang.
“Pihak terkait seperti Pemerintah Kota yang berperan dan bertanggung jawab untuk mewujudkan Batam menjadi Kota Layak Anak, harus serius memikirkan masalah ini. Disamping juga pihak terkait lainnya seperti aparat kepolisian, mesti sigap mengungkap kasus kekerasan terhadap anak,” ungkap Bendahara Forum Perempuan Mawar Berduri, Rosdiana Silitonga, Selasa, (20/10/2015).
Kekerasan terhadap anak semakin marak terjadi di Batam akhir-akhir ini. Pembunuhan disertai kekerasan kejam. Batam menjadi Kota yang tidak lagi aman dan nyaman bagi anak. Bukan saja para orang tua yang merasa takut dan selalu was-was memikirkan keselamatan anak, namun juga anak-anak itu sendiri, takut di culik di bunuh dan lain sebagainya.
Menurut Rosdiana, untuk menuju Kota atau Kabupaten menjadi Kota Layak Anak, salah satu syaratnya adalah Kota atau Kabupaten tersebut harus bebas dari pelanggaran hak anak, seperti kekerasan, diskriminasi, Rasialisme, Ancaman, Kevulgaran, Pencabulan dan Expose atas data diri atau pribadi anak.
(Photo : Taufik)
“Nah sekarang apakah Batam sudah bebas dari pelanggaran hak anak seperti yang sudah saya paparkan itu ? Saya rasa belum. Masih jauh dari harapan. Memang masalah anak ini merupakan tanggungjawab orang tua, namun Pemeritah Kota, dalam hal hal ini juga sangatlah punya peran penting,” ungkap Rosdiana Silitonga lagi.
Menurutnya, Pemerintah juga musti menyediakan akses informasi layak anak, seperti, Pojok Baca, Taman cerdas, Perpustakaan, Berbagai Layanan info gratis untuk anak, selain dari pada Pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mewujudkan Batam bebas pelanggaran hak anak. (SK-Fik)
LIPUTAN BATAM : TAUFIK
EDITOR : RUSMADI















