GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Ribuan Masyarakat Tanjungpinang Bakal Demo PLN

×

Ribuan Masyarakat Tanjungpinang Bakal Demo PLN

Sebarkan artikel ini

-Terkait Makin Parahnya Pemadaman Listrik.

TANJUNGPINANG (SK) — Ribuan masyarakat Tanjungpinang yang akan bergabung bersama solidaritas berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi masa (Ormas), Organisi Kepemudanan (OKP) dan Mahasiswa di daerah ini, akan menggelar aksi demo di Kantor PT PLN cabang Tanjungpinang di jalan Bakar Batu, KM 2, Senin (16/03/2015) yang akan datang.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Aksi tersebut dipicu kondisi pemadaman listrik yang terus berlanjut dan semakin parah dialami segenap lapisan masyarakat di daerah ini. Bahkan dalam satu hari PLN mematikan listrik mencapai tiga kali.

Kondisi ini lebih diperparah, tidak adanya kejelasan jadwal pemadaman dari pihak PLN itu sendiri kepada masyarakat, sehingga berakibat banyaknya peralatan elektronik yang mengalami kerusakan, serta tidak sedikit pula kerugian lain yang dialami oleh masyarakat saat ini.

Aksi demo itu sendiri telah dikoordinasikan oleh masing-masing perwakilan dengan pihak kepolisian, melalui audiensi pertemuan dengan Kapolres Tanjungpinang AKP Dwita Kumu Wardana di ruang Rupatama Mapolres Tanjungpinang, Jum’at (13/03/2015).

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing perwakilan masyarakat, menyampaikan keluhannya kepada pihak Polres Tanjungpinang, tentang apa yang terjadi dan dialami saat ini.

Hal lain, mereka juga berharap, dalam aksi demo ribuan masyarakat tersebut dihadiri dan dilihat langsung oleh Gubernur Kepri, HM Sani, termasuk Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, termasuk Kepala Cabang PT PLN Area Tanjungpinang, Mahjudin bersama seluruh stafnya.

Disamping itu, mereka juga minta pengamanan dari berbagai tindakan yang tidak diingankan nantinya, akibat luapan kekesalan masyarakat terhadap PLN tersebut, termasuk pengamanan arus lalu lintas, agar pihak kepolisian dapat mengalihkan arus kendaraan di jalan Bakar Batu, ke jalur lainnya.

Dalam dialog tersebut, salah satu tokoh Pemuda Tanjungpinang, Andi Cori Patahudin mengatakan, masyarakat meminta PLN konsisten dengan janjinya.

“Jika begini terus kondisinya, bagaimana nasib masyarakat Kota Tanjungpinang kedepannya untuk bisa maju dalam dunia pendidikan, sumber daya manusia, ekonomi sosial budaya dan usaha lainya,” ucap Cori.

Menurt pria yang juga menjabat sebagai Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kota Tanjungpinang yang terkenal vokal terhadap kebijakan pemerintah daerah ini, bahwa aksi demo tersebut sedikitnya akan diikuti sekitar 300 anggota pengurus berbagai organisasi di daerah, ditambah ribuan masyarakat Kota Tanjungpinang lain yang telah siap bergabung nantinya.

“Pergerakan aksi demo terhadap PLN ini kita lakukan secara spontanitas, tanpa kecuali dari berbagai elemen dan termasuk ribuan masyarakat di Kota Tanjungpinang ini pada Senin, (16/03/2015) sejak pukul 10.00 WIB hingga sore hari,” ujar Andi Cori.

Disampaikan, masyarakat Tanjungpinang saat ini sudah sangat kewalahan dengan adanya pemadaman listrik PLN tersebut. Kondisi ini sudah pernah terjadi sejak beberapa tahun silam, dan PLN tidak bisa menepati janjinya.

“Krisis listrik di Tanjungpinang semakin parah, dari satu kali perharinya, sekarang malah menjadi tiga kali sehari tanpa pemberitahuan,” ucapnya

Tokoh masyarakat Tanjungpinang yang hadir dalam dialog tersebut, RME Mansyur Razak, mengatakan Tanjungpinang adalah marwah dari Provinsi Kepri. Kalau listrik disini masih selalu seperti ini bagaimana Kota Tanjungpinang ini akan maju.

“Waktu itu Kepala PLN pernah bilang ada sisa arus listrik sekitar 30 persen. Itu untuk mengantisipasi pelonjakan arus listrik. Namun, kenyataannya sisa 30 persen tersebut malah sudah dijual semua,” ucap mantan wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang ini.

Dikatakan, ia dan masyarakat lainnya cukup merasa heran. Sebab PLN merupakan bagian dari pemerintah di BUMN. Namun kenapa seorang manajer tidak bisa membuat program kerja jangka pendek dan jangka panjang.

“Kenapa kami diajak ke kalang batang melihat mesin rusak. Padahal itu bukan soal kami. Pada hal mereka memang wajib memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sementara jika masyarakat lambat bayar meteran listrik langsung diputus,” ungkap Mansyur.

Menanggapi rencana aksi demonstrasi yang akan dilakukan solidaritas masyarakat Kepri ke kantor Cabang PLN Tanjungpinang, Kapolres Tanjungpinang, AKBP M Dwita Kumu Wardana cukup menyambut positif.

Sebab, selain masyarakat yang merasakan dampak dari pemadaman yang dilakukan PLN, pihaknya selaku aparatur penegak hukum di daerah ini juga merasa kesulitan dalam bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, tepat sesuai harapan bersama.

“Prinsipnya kita siap memberikan pengamanan saat masyarakat melakukan unjuk rasa di kantor PLN. Hal terpenting, hindari perbuatan anarkis serta tindakan lain yang dapat merugikan orang lain maupun diri sendiri nantinya,” ucap Kapolres. (SK-APN)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100