BATAM (SK) — Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Andar Sibarani, bertingkah bak seorang preman pasar. Entah sadar atau tidak dengan sikapnya yang arogan, dia mengubrak meja saat diwawancarai awak media dalam ruang kerjanya siang tadi, Senin, (07/03/2016).
Kejadian itu berawal saat wartawan hendak meliput kegiatan Satlantas Polresta Barelang, yang sedang melayani ramainya kunjungan masyarakat untuk melakukan kepengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM), setalah digelarnya operasi razia simpatik diseluruh Indonesia.
Meningkatnya intensitas kunjungan masyarakat ini, tentunya sangat perlu diapresiasi sebagai bukti bahwa masyarakat pengguna kendaraan peduli, serta taat terhadap aturan hukum yang berlaku di negeri ini.
Bermula dari itu, awak media mencoba menemui Kasatlantas. Akan tetapi, beliau tidak ada diruangannya. Dengan harapan dapat memperoleh informasi, pewarta mencoba berbincang dan bertanya kepada beberapa bawahan Kasat. Dimana pada saat tersebut, pewarta izin untuk bisa masuk dan melakukan wawancara di dalam ruangan pengurusan SIM. Setelah lama berbincang, dengan etikad baiknya, bawahan Kasat mempersilahkan awak media untuk masuk lakukan wawancara.
Seketika asyik tanya jawab, dari dalam ruangan terlihat kedatangan Kasatlantas. Spontan bawahan Kasat yang juga diikuti oleh awak media bergegas melangkah keluar ruangan untuk menghampiri Kasat. Bukannya mendapatkan keterangan informasi, Kasatlantas malah menghardik awak media dengan nada keras di depan khalayak ramai.
“Siapa yang menyuruh kalian masuk keruangan itu, kalian tidak punya etika. Disini semua orang masuk menggunakan kartu antrian. Keluar!!!, keluar!!!,” Teriak Kasat Lantas dengan suara lantang.
Oleh karena situasi kondisi yang tidak memungkinkan untuk berdebat, pewarta terpaksa melangkah keluar ruangan dimaksud, agar tidak menjadi tontonan masyarakat yang sedang mengantri.
Tidak senang dengan perlakuan demikian, para awak media bergegas keluar dari ruangan pengurusan SIM tersebut, dan berjalan menuju ruangan Kasat dengan melewati jalur depan pintu masuk Kapolresta Barelang.
Setelah minta izin untuk bisa menemui Kasat dalam ruangannya, awak media pun masuk kedalam dan bertanya tentang sikap dan perlakuan Kasat yang seperti itu. Namun sangat disayangkan, untuk yang kedua kalinya Andar kembali menyuguhkan sikap kurang baik yang tidak seharusnya diperagakannya sebagai seorang penegak hukum berpangkat Kompol.
“Kalian mau apa? Bbrruukkkk..! Teriak Andar sambil memukul meja yang ada dihadapannya. Sontak awak media kaget dan bertanya, ada apa pak? Tapi lagi-lagi Andar kembali memukul mejanya dan bertanya, kalian mau apa?”
Setelah lama berdebat diruangannya, masih dalam keadaan tegang dan berkata dengan nada keras, Kompol Andar sempat meminta maaf kepada awak media. Karena telah mendapat perlakuan seperti itu, awak media pun enggan untuk berbicara banyak. Sehingga mengurungkan niatnya melakukan wawancara, dan pergi berlalu meninggalkan ruangan dengan raut wajah kecewa.
Berdasarkan Undang-undang RI No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI, bahwa sejatinya seorang penegak hukum berperan fungsi sebagai pemeliharaan keamanan, ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan serta pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Tentunya dengan cara memberikan contoh yang baik kepada masyarakat banyak, bukan berlagak angkuh dengan bekal jabatan yang diembannya.
Ada apa dengan Kasatlantas??? (SK-MI/C)







