– Camat Selayar Bungkam.
LINGGA (SK) — Warga Kecamatan Selayar, meminta transpransi pihak Kecamatan terkait penggunaan anggaran operasional bus sekolah, berdasarkan kebijakan pembayaran transportasi yang berlaku untuk siswa yang menggunakan bus sekolah sebesar Rp 70 ribu per bulan untuk satu orang siswa. Dalam pengelolaan anggaran transportasi ini, pihak kecamatan berdalih uang yang dipungut tersebut untuk biaya pemeliharaan bus dan honor pengemudi bus.
“Pengemudi bus adalah pegawai honor yang telah memiliki gaji dari Pemkab Lingga, kalau untuk pemeliharaan dan bahan bakar sudah ada anggaran Rp 200 juta per tahun,” ungkap salah seorang wali siswa, kepada awak media, kemarin.
Pada saat wali siswa di ajak rapat terkait pungutan transportasi ini, katanya lagi, tidak ada disebutkan adanya bantuan Pemerintah untuk transportasi siswa. Pihak Kecamatan hanya menyebutkan dengan kondisi jalan yang tidak baik, terpaksa untuk biaya transportasi dinaikkan sebesar Rp 10 ribu.
“Biaya trasportasi ini sebelumnya, untuk anak di Tanjung Dua sebesar Rp 60 ribu,” terangnya.
Selain itu, wali siswa ini, mengaku, bahwa dirinya bersama wali siswa lainnya, bersedia menandatangani surat persetujuan pembayaran transportasi siswa tersebut, dikarenakan tidak mengetahui kalau ada bantuan dari Pemerintah daerah.
“Kami merasa telah dibohongi oleh pihak Kecamatan selama ini. Bahkan, kami berfikir kalau pihak kecamatan sudah berbaik hati, karena telah menyiapkan transportasi siswa,” paparnya.
Ketika awak media mengkonfirmasi, kepada M Sam, Camat Selayar, mengaku, biaya transportasi untuk siswa ini telah disetujui oleh wali siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya tanda tangan wali siswa saat dilakukan rapat di Kantor Kecamatan, Kamis (13/05/2016) kemarin, sore. Dari hasil rapat yang dilakukan, telah disetujui biaya untuk transportasi setiap siswa dari Tanjung Dua dikenakan Rp 70 ribu, siswa dari daerah Sebilik dikenakan Rp 60 ribu dan siswa dari Teluk Mekarang sebesar Rp 50 ribu setiap bulannya.
“Biaya tersebut digunakan untuk membantu uang operasional supir dan biaya perawatan bus, karena kondisi jalan berupa tanah hingga mobil sering rusak,” imbuhnya.
Ketika awak media mempertanyakan untuk peruntukan apa anggaran bantuan transportasi sebesar Rp 200 juta setahun tersebut, hingga berita ini diterbitkan, Camat Selayar M Sam, bungkam. (SK-Pus)







