BATAM (SK) — Begitu mendapat Informasi positif bahwa uang Asuransinya akan segera keluar, rata-rata perasaan hati Para Pegawai Negeri Sipil atau PNS di lingkungan Pemerintah Kota Batam, senang sekali dan juga bangga terhadap keseriusan Pemko dalam hal memperjuangkan uang asuransi mereka.
Wah sungguh perjuangan yang tidak sia-sia, walaupun menunggu lama, tapi ada hasilnya juga akhirnya. Begitu lah kira-kira mereka berpikir positif. Mereka gembira bukan kepalang. Uang akan segera di terima cepat. Mereka kembali POSITIV THINKING.
Apapun persyaratan yang di ajukan oleh Pak Bos, demi agar uang asuransi mereka bisa dicairkan pun mereka lakukan. Termasuk ketika mereka harus membuat Surat Pernyataan di atas materai. Hati pun berbunga-bunga, menunggu uang asuransi.
Mereka pun langsung membuat dan menanda tangani Surat Pernyataan di atas materai yang telah di belinya dengan tergesa-gesa, jangan sampai surat mereka lambat di kumpulkannya. Ketinggalan, bisa berabe. Begitu rata-rata mereka berpikir tajam.
Tanpa panjang lebar kata dan tanpa sedikit peduli akan apa isi inti dari surat pernyataan yang telah di terimanya tersebut, mereka pun langsung tanda tangan. Dimana isi inti dari surat pernyataan tersebut adalah bahwa mereka setuju atas keluarnya uang Asuransi 57 Miliar dari Bumi Asih dari BAJ nantinya.
“Terserah lah apa isinya, mau keluar 57 atau 65 atau 82 atau 100 Miliar pun uang asuransi dari BAJ ke Pemko, tidak lah mengapa. Yang penting uang asuransi yang telah di tunggu bertahun-tahun lamanya tersebut, segera atau bisa di terimanya. Daripada tidak keluar sama sekali,” ungkap beberapa PNS Pemko Batam, yang tidak mau di sebutkan namanya.
“Waduuuuh, tak tahu lagi lah Mbaaaak. Kami tak jadi senang nih. Kami kembali sedih, BAJ tak jadi cair. Surat dah kami tanda tangani, uangnya tak jadi cair. Baca Koran katanya, ada yang tak mau tanda tangan. Makanya tak jadi cair,” kata salah seorang PNS yang baru turun dari Gedung Bersama Batam. (SK-Nda)







