LINGGA (SK) — Permasalahan arus mudik nampaknya bagai benang kusut yang susah untuk diuraikan. setelah terjadinya insiden salah seorang warga yang hampir terjun ke laut, karena Speedboat Istiqomah yang penumpang telah penuh, sehingga tidak lagi menyinggahi pulau-pulau seperti biasanya. kali ini sebanyak 8 orang warga tujuan Desa Benan, tertahan dan tak diberangkatkan selama tiga hari di pelabuhan Jagoh, lantaran kapal Lingga Permai maupun Arena 3 yang melayani rute tersebut, juga tidak menyinggahi rute transit karena kapal telah penuh.
Karhi, salah seorang tokoh masyarakaat Desa Jagoh, kepada awak media mengatakan, mengetahui kondisi tersebut, dirinya langsung mendatangi petugas Syahbandar di pelabuhan Jagoh, untuk menyediakan tempat untuk 8 warga tersebut, meskipun tiket untuk ke pulau-pulau di Senayang tidak dijual.
“Kasihan warga Benan ini terbiarkan selama tiga hari. Tidak ada angkutan laut yang menyinggahi Benan selama arus balik ini. Mereka terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk menginap selama 3 malam di salah satu penginapan yang ada di sekitar pelabuhan Jagoh,” ungkapnya di pelabuhan Jagoh, Kamis, (14/07/2016).
Dikatakan, Kita sangat menyayangkan kebijakan pihak armada kapal yang melayani rute Daik – Tanjungpinang, yang menghilangkan sementara tujuan transitnya ke pulau-pulau di kecamatan Senayang.
“Ya kalau mau dihapus, hapuskan saja sekalian saja rute transitnya, agar tidak lagi terjadi hal semacam ini. Jangan tergantung kondisi kapal membuat banyak masyarakat Senayang kecewa,” jelasnya.
Untuk 8 orang masyarakat Benan yang terpaksa menginap selama tiga hari di penginapan Jagoh, lanjut Karhi, yang pasti sudah rugi banyak, efek dari kacau balaunya pelayanan ini tentunya masyarakat.
“Kita berharap Pemerintah benar-benar serius memperhatikan ini. Kasihan masyarakat sebagai pengguna jasa,” unggahnya. (SK-Pus)







