– Ini Penyebabnya.
LINGGA (SK) — Mar’at Kepala Desa (Kades) Benan, meminta agar Dinas Perhubungan meninjau kembali rute pelayaran Kapal Regular Sungai Tenam – Rejai – Benan – Batam, sejak beroperasi belum pernah menyinggahi Benan. Alasan dibukanya rute tersebut, salah satunya untuk menunjang akses pariwisata dari Batam ke Kabupaten Lingga, karena Benan merupakan objek pariwisata unggulan daerah justru tak pernah disinggahi.
“Sebagai pulau wisata di Kabupaten Lingga, namun tidak disinggahi kapal reguler, bagaimana wisatawan mau berkujung ke Benan,” ungkapnya, kepada wartawan di Daik Lingga, Selasa, (19/07/2016), kemarin.
Padahal, sambung Mar’at, ia memprediksi kedatangan wisatawan dari Batam akan meningkat pada libur panjang Idul Fitri kemarin, namun gagal terealisasi. Salah satu penyebabnya, adalah karena tidak adanya akses transportasi langsung dari pelabuhan Telaga Punggur Batam menuju Desa Wisata Benan.
“Tentunya kami merasa sangat dirugikan dengan kondisi ini. Karena peluang untuk meningkatan ekonomi masyarakat melalui kedatangan wisatawan akhirnya gagal,” imbuhnya.
Dikatakan Mar’at lagi, pihaknya bersama-sama masyarakat desa, telah menyiapkan berbagai even untuk memeriahkan momen Idul Fitri. Melalui PHBI pihaknya menggelar even permainan rakyat, yakni, lomba sampan layar, lomba hias gerbang likuran, lomba makan kerupuk dan juga lomba lain-lainnya. Namun, even yang telah berhasil mengisi kemeriahan Idul Fitri di Desa Benan, yang juga merupakan sebagai ajang promosi itu, tak dapat turut dinikmati banyak wisatawan.
“Kami berharap, Pemerintah Daerah maupun Provinsi, yang telah memberikan izin pelayaran kepada Armada Istiqomah 2 dan Irfan Jaya 5, mengevaluasi kembali rute transit kapal tersebut. Dan pemerintah benar-benar serius memperhatikan akses transportasi ke pulau yang menjadi salah satu penghasil PAD Kabupaten Lingga melalui pariwisatanya ini,” harapnya. (SK-Pus)







