GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Daka : Pemuda Hanya Dijadikan Alat Permainan Oleh Oknum “UNTUK KEPENTINGAN DIRI SENDIRI”

×

Daka : Pemuda Hanya Dijadikan Alat Permainan Oleh Oknum “UNTUK KEPENTINGAN DIRI SENDIRI”

Sebarkan artikel ini
M Rona Andaka S, Ketua Karang Taruna Tanjungpinang. (Foto : Facebook)

TANJUNGPINANG (SK) — Ketua Karang Taruna Tanjungpinang, M Rona Andaka S, mengungkapkan, bahwa dirinya merasa muak dengan kondisi pemuda hari ini. Ia berpandangan, pemuda hanya dijadikan alat permainan oleh oknum-oknum untuk kepentingannya sendiri.

“Pemerintah bicara pemuda, tapi kenyataanya pemuda masih minim diberikan ruang untuk eksplorasi kemampuanya, terutama pemuda di Kepri. Padahal, dalam sejarah bangsa dan Negara, pemuda sudah banyak memberikan peran yang luar biasa,” ujar Daka, sapaan akrab M Rona Andaka S, pada acara Mimbar Publik “Sejenak Untuk Indonesia”, dengan mengangkat tema diskusi “Matinya Roh Semangat Sumpah Pemuda”, di angkringan 86 KM 8 Tanjungpinang, Jumat, (28/10/2016), malam.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Terlihat ada upaya tersistem untuk menghancurkan peran pemuda,” cetus Ketua DPC Partai Hanura ini.

Daka juga menghimbau, agar pemuda bisa membaca dan menangkap peluang-peluang yang ada dikondisi persaingan yang semakin ketat ini.

Sementara itu, Aktivis Pemuda Panca Marga Tanjungpinang, Gilang Ichsan Pratama, yang juga aktif dalam memberikan masukan dalam kegiatan acara mimbar publik ini, memaparkan sebagai contoh nyata ujian menimpa dikalangan pemuda saat ini adalah dualisme seperti di tubuh KNP sendiri, bahkan isu dualisme ini telah menjadi isu nasional yang harus diantisipasi.

“Menyikapi kondisi kekiniaan pemuda, tentu perlu adanya langkah konkrit, pemuda perlu membangun konsesus bersama, bahwa pemuda adalah aset bangsa yang berharga,” katanya.

Menurutnya, salah satu upaya yang mungkin layak untuk dibangun adalah mosi integral untuk pemuda.

Beberapa masukkan dan harapan yang bisa menjadi rekomendasi terkait isu perpecahan dikalangan pemuda, Hendri selaku Pemuda Muhamadiyah Tanjungpinang, tampil memaparkan, musuh dari pemuda adalah dirinya sendiri. Oleh karenanya, pemuda perlu sentiasa dibekali dengan moralitas yang baik.

“Berbuat sebaik mungkin atas amanah yang diemban adalah upaya sederhana mengembalikan paradigma kekuatan semangat pemuda pada momentum Sumpah Pemuda kali ini,” harapnya.

Merespon beberapa masukkan sebagai rekomendasi mengatasi perpecahan, seperti pengadaan gedung bersama untuk pemuda, regenerasi kader-kader potensial, mosi integral jilid II Kepri, Auliansyah, mencoba mengkolaborasikan dengan menekankan pada keberanian untuk berkomitmen menghilngkan skeptis-skeptis di kalangan pemuda hari ini.

Koordinator kegiatan, Arifin menyebutkan, bahwa kegiatan Mimbar Publik, akan terus dilakukan dalam menyikapi permasalahan ditengah-tengah masyarakat, khususnya Provinsi Kepulauan Riau.

“Minggu depan kita akan membahasa tema pesisir yang tersisir,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua sponsor, angkringan 86, media-media online dan dukungan dari aktivis yang hadir dalam mensukseskan acara ini.

“Saya berharapan pemuda-pemuda, khususnya teman-teman aktivis bisa hadir untuk memberikan gagasan-gagasan kritisnya diacara berikutnya,” harap Arifin.

Acara ini menghadirkan beberapa pembicara, seperti William Hendri (KNPI Tanjungpinang, dan pengurus Pemuda Pancasila Tanjungpinang), M Rona Andaka S (Ketua Karang Taruna Tanjungpinang), Gilang Ichsan Pratama (Aktivis Pemuda Panca Marga Tanjungpinang), dan Eka Fachlevi (Aktivis Kepemudaan Pengurus Karang Taruna Kepri).

Turut hadir pada acaara itu, Presiden BEM Stisipol Raja Haji, Gubernur BEM FE-UMRAH, Wabup HMJ Manajemen FE-UMRAH, Ketua HMK-NATUNA, FAM Indonesia, Laskar Merah Putih dan beberapa pemuda dan aktivis mahasiswa lainnya. (SK-RM)

Mimbar Publik Sejenak Untuk Indonesia

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100