KARIMUN (SK) — Para Pedagang Pasar Puan Maimun, Kabupaten Karimun, mengeluhkan kondisi Pasar Puan Maimun, yang sudah setahun ini dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda), Kabupaten Karimun.
“Coba aja lihat tulisan itu. Lantai dasar tempat dagang ikan dan daging, lantai 1 tempat sayuran dan bumbu, lantai 2 tempat kuliner. Tapi kok masih ada yang jual sayuran di lantai dasar. Ada apa ini??,” kata salah seorang pedagang sayuran, Hamdan, ketika dikonfirmasi sijorikepri.com, Selasa, (06/12/2016).
Padahal, menurutnya, para pedagang sebelumnya sudah mengadakan rapat dan membahas tentang permasalahan ini, yang turut disaksikan oleh Disperindag Kabupaten Karimun Nursilwan, Kasat Sabhara Polres Karimun MT Nasution, Sekretaris Satpol PP R Azli, dan anggota Corps Polisi Militer Karimun Serda Rudi Susanto.
“Juga hadir di rapat itu, Kabag Pengembangan Pasar Perusda Karimun Jhony Yeremias, Kepala Unit Pasar Karimun Mhd Solih dan Perwakilan dari Pasar Puan Maimun,” ungkap Hamdan.
Dikatakannya, pada rapat tersebut, ada beberapa point usulan yang disampaikan para pedagang. Usulan itu antara lain, adalah para pedagang meminta, agar diizinkan untuk membuat meja tambahan, agar tidak mengganggu akses jalan dan aktifitas jual beli, mengingat tempat dagangannya yang tidak sesuai dengan lapak meja yang ada.
Selain itu, memohon kepada pengelola pasar, agar dapat menertibkan pedagang sayuran yang turun dari lantai 1 ke lantai dasar Blok B, termasuk cabe, bawang dan sayuran, terkecuali para pedagang musiman (buah-buahan).
Disamping itu, sambung Hamdan, adanya ancaman Ruko disamping Blok B dan di depan Pasar Puan Maimun, yang berjualan kebutuhan bahan pokok, sayuran dan lain-lain. Karena disamping sebagai grosir, mereka juga berjualan seperti pedagang lain yang ada di Pasar Maimun.
“Usulan terakhir adalah tentang pembangunan akses tangga di Blok B, agar direalisasikan. Karena sangat berpengaruh pada aktifitas jual beli, yang berakibat pada omset para pedagang menurun, dan sesuai dengan saran Bupati Karimun, tiga bulan pindah maka akses tangga segera dibenahi,” harapnya.
“Sampai sekarang, pasar ini masih semberawut dan tidak jelas cara pengelolaannya. Rapat sosialisasi penertiban lapak pedagang, yang di pimpin Direktur Perusda Depanam Syam tidak berjalan sama sekali,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Jurnalis Sijori Kepri, belum dapat mengkomfirmasi Direktur Perusda Karimun, Depanam Syam. (SK-TFK)








