TANJUNGPINANG (SK) — Dalam membangun Ekonomi berbasis maritim, Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun. S.Sos, M.Si, mengajak seluruh peserta seminar yakni mahasiswa yang tergabung dari berbagai perguruan tinggi di Tanjungpinang, untuk jeli dalam melihat potensi yang dimiliki Kepri.
“Adik-adik harus banyak belajar untuk menangkap potensi-potensi pembangunan ekonomi di Kepri. Jangan merasa kecil hati menjadi anak pulau, anak petani atau pun anak nelayan. Didalam diri kita, ada potensi menjadi pemenang maupun penggerak roda perekonomian di Kepri ini. Kenapa saya bilang kita anak-anak Kepri dapat menjadi pemenang, itu dikarenakan ada indikator untuk menjamin kita, yaitu dengan kekayaan sumber daya Kepri diberbagai sektor yang menjadi keuntungan. Dan hal itu harus terus digali,” ujar Nurdin saat membuka Seminar nasional, yang bertemakan membangun ekonomi Kepri dengan potensi maritim, di aula Wan Seri Beni, kantor gubernur, Dompak, Tanjunpinang, Sabtu, (10/12/2016).
Seminar ini dihadiri mahasiswa yang tergabung dalam 10 perguruan tinggi negeri dan swasta di kota Tanjungpinang, dengan nara sumber dari Guru besar internasional islamic university Malaysia-Kuala Lumpur Prof. DR. Ir. Maizirwan MEL, MSC dan praktisi maritim Capt. Rodhial Huda.
Adapun tujuan terselenggarakannya seminar ini, adalah untuk memperluas dan membangun pemikiran, jiwa maupun mental mahasiswa, untuk memahami peluang maupun potensi-potensi pembangunan perekonomian yang berada di kepri, terutama dalam bidang maritim di Kepulauan Riau.
Sebagaimana diketahui, bahwa Kepri adalah pusat strategis perdagangan dengan wilayah 96% lautan dan berbatasan dengan negara tetangga.
“Kita harus memiliki jati diri, harus percaya diri, jangan takut bersaing. Kita tahu, orang Indonesia mempunyai mental pemenang dalam bersaing. Konsep saya mengajak anak-anak Kepri terus berprestasi, bersaing dan mampu bersanding. Inilah yang nantinya menjadi penerus kita, dalam membangun perekonomian,” sambung Nurdin.
Antusiasme Mahasiswa pada kesempatan ini sangat tinggi. Terlihat dari awal diperkirakan hanya 1500 kursi, namun kenyataannya dilapangan jumlah mahasiswa yang hadir melampaui batas kursi yang di sediakan.
Diakhir sambutannya Nurdin berpesan kepada peserta seminar untuk mengubah pola pikir yang ada selama ini.
“Bahkan, Presiden Jokowi juga mengatakan, bahwa pemerintah hanya penyumbang 20% pembangunan ekonomi dan 80% adalah pengusaha. Makanya, kita harus ubah mindset kita, selalu jadikan ancaman sebagai peluang. Saya juga meminta adik-adik, jangan memaksakan diri harus menjadi PNS. jadilah seorang pengusaha, dan buka peluang lapangan kerja,” unggah Nurdin. (SK-DY/R)








