GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

RIONO : Belum Sah Ke Tanjungpinang “KALAU BELUM SINGGAH KE PENYENGAT”

×

RIONO : Belum Sah Ke Tanjungpinang “KALAU BELUM SINGGAH KE PENYENGAT”

Sebarkan artikel ini
Sekda Kota Tanjungpinang, Riono saat menyampaikan pidatonya di acara "Selamat Datang Tanjungpinang Travel Agent dan Media Fam Trip". (Foto : Untung/Munsyi Bagus Utama)

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Sekda Kota Tanjungpinang, Riono saat menyampaikan pidatonya di acara “Selamat Datang Tanjungpinang Travel Agent dan Media Fam Trip”, di Hotel Comport KM. 10 Tanjungpinang, mengatakan kita belum bisa dikatakan sampai ke Tanjungpinang, kalau belum singgah Ke Pulau Penyengat, Senin (15/05/2017).

“Banyak Presiden RI yang sudah ke Pulau Penyengat. Jadi belum Sah ke Tanjungpinang, kalau belum singgah ke Pulau Penyengat. Bisa dikatakan belum sampai ke Tanjungpinang, kalau belum ke Pulau Penyengat. Bagi yang belum ke sana, nanti bisa ke Pulau itu dengan menggunakan motor laut yang biasa disini disebut pompong,” katanya, dihadapan Media dan Travel Agent, dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia,

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Sebelumnya, Riono menjelaskan, Tanjungpinang memililki sebuah pulau kecil yang mana Bahasa Indonesia yang saat ini digunakan penduduk nusantara, berasal dari Pulau Penyengat, karena Buku Tata Bahasa Melayu yang menjadi dasar Bahasa Indonesia di tulis oleh seorang pujangga dan sastrawan nasional yang sangat terkenal, yaitu Raja Ali Haji, yang lahir dan dikuburkan di Pulau tersebut.

“Oleh karena itu, di masa Gubernur Almarhum HM Sani, berencana akan dibuat sebuah Tugu Bahasa disitu, untuk mengenang asal bahas Indonesia, yang awalnya lahir di pulau itu,” kisah Riono.

Bahkan lanjut Riono, di pulau itu juga ada sebuah Mesjid Sulthan, yang berdiri di zaman Kesulthanan Riau Lingga, yang tidak menggunakan semen, tapi dengan kapur dan putih telur, yang sampai sekarang menjadi salah satu destinasi unggulan daerah terutama wisata religi.

Pada acara yang dilaksanakan selama 3 hari, dari tangal 15 hingga 17 Mei 2017 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tersebut, Riono mengatakan, jika berbicara tentang pariwisata dan untuk melihat Tanjungpinang dari berbagai sudut pandang, sebenarnya Tanjungpinang itu banyak wisatanya, yang merupakan wisata buatan manusia, sedangkan wisata alam, seperti di Bintan, kita di Tanjungpinang bisa dikatakan tidak ada.

“Kalaupun ada di Tanjung Siambang, namun belum terkelola dengan baik, dan kita akan mengembangkan suatu kawasan wisata di Pulau Basing, yang belum tersentuh. Konon katanya disitu pernah menjadi tempat penjara di zaman Belanda,” kata Riono berpromosi.

Riono meyakinkan dan telah menjelaskan kepada SKPD dijajarannya, ketika ingin mengembangkan sebuah daerah menjadi sebuah destinasi pariwisata, maka harus bersinergi antara semua SKPD yang ada di Tanjungpinang.

“Jadi jika ingin mengembangkan pulau Basing, maka semua SKPD harus melihat langsung ke Pulau Basing. Ketika tadi panitia menjelaskan akan mengembangkan Pulau Basing, tentunya OPD yang lain harus mendukung program itu. Sekarang banyak yang kita lihat ketika kita ingin mengembangkan sesuatu itu hanya di garap oleh satu SKPD saja. Ini yang belum tepat,” ungkapnya.

Menurut Riono, ketika bicara Pulau Basing yang belum berkembang, dan pariwisata ingin mengembangkan, OPD lain harus memandang kesana dan Dinas Pariwisata harus menggali sejarah dan menyiapkan buku petunjuknya, begitu juga Dinas PU, melihat pada sarana dan prasarana, jalannya, serta Dinas Perindag menyiapkan dan membina UMKMnya, juga termasuk Dinas Perhubungan mempersiapkan rambu-rambu dan tempat parkirnya.

“Jadi ketika kita bicara pariwisata sebagai sebuah industri, maka pariwisata tidak bisa dianggap enteng. Oleh sebab itu, harus di uji sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Semakin jauh, Riono memaparkan kepada Media dan Travel Agent, bahwa pariwisata di Tanjungpinang bukan hanya ada di Pulau Penyengat saja, tapi juga ada Patung Seribu. Lanjutnya Kalau kita berfoto di patung seribu tersebut dan di Upload, kite seolah-olah berada di Hongkong, karena suasananya sangat mendukung.

“Saya berharap kepada media dan Tour And Travel baik dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura yang hadir pada malam ini, untuk dapat mengekspos Tanjugpinang secara maksimal, sehingga lebih dikenal bukan hanya di Indonesia tapi di Luar Negeri,” tutupnya.

Diakhir acara tersebut, ada penyerahan cenderamata dari Pemko Tanjungpinang, yang diberikan langsung oleh Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Wakil Ketua II DPRD Tanjungpinang, Ahmad Dhani, dan PLT Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Raja Kholidin kepada Perwakilan Tour and Travel Agent, yang berasal dari Indonesia, Pasha Yudha Ernowo, dari Malaysia, Marwan Bin Azhar, dan dari Singapura, Cheng Pong Ye. (SK-MU)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100