SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Menpora, Imam Nahrowi, meminta Kepri segera membangun sarana dan prasarana Olahraga jelang pesta empat tahunan tersebut. Karena, bila tidak ada perubahan, Provinsi Kepulauan Riau akan menjadi Tuan Rumah PON XXI Tahun 2024.
Terkait hal ini, Gubernur Provinsi Kepri, H. Nurdin Basirun, langsung menyanggupi syarat Menpora untuk membangun sarana dan prasarana Olahgara di Kepri, sebagai syarat menjadi Tuan Rumah.
“Saya sudah siapkan lahan 100 hektare di Dompak. Lahan itu memang kita rencanakan untuk sport center. Saya mengajak seluruh masyarakat Kepri, untuk bersama-sama kita berjuang mempersiapkan diri, menyambut Kepri sebagai Tuan Rumah PON XXI Tahun 2024 ini,” ajak Nurdin pada acara Apresiasi Altlet dan Pelatih Berprestasi PON XIX Jawa Barat Tahun 2016, KONI Provinsi Kepri, Selasa, (19/06/2017), di Hotel Western Premier Panbil Batam.
Rencana Pemprov Kepri,tutur Nurdin, tidak hanya menjadikan Dompak sebagai pusat pembinaan olahraga saja. Tetapi, disetiap Kabupaten Kota akan dibuatkan sport Center dengan pembinaan cabang olagraga unggulan masing-masing daerah.
Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua KONI Kepri Johnnes Kennedy, Mantan Ketua KONI Kepri Nur Syafriadi, Kepala Kepolisian Daerah Kepri, Irjen Pol Sam Budigustian, FKPD Kepri.
Sementara Itu, Ketua KONI Kepri Johannes Kennedy, berharap, Menpora tidak berubah pikiran lagi dalam menentukan tuan rumah PON XXI Tahun 2024 nanti. Johannes mengajak Pemerintah, pengusaha dan masyarakat untuk sama-sama mewujudkan rencana besar terbesar itu.
“Menpora ingin pusat olahraga yang dibangun nanti seperti Hambalang. Kalau Kepri sanggup rencana pusat olahraga seperti Hambalang akan dipindahkan ke Kepri. Impian ini yang mendorong saya untuk langsung menyanggupi Kepri sebagai tuan rumah, meski belum sempat menghadap Gubernur untuk menyepakati hal itu,” jelas Johannes.
Johannes, mengungkapkan, sebagai Ketua KONI dirinya dan jajaran memang menginginkan Kepri sebagai Tuan Rumah PON XXI Tahun 2024. Jon yakin, iven tersebut akan mendatangkan banyak kemajuan bagi Kepri, baik di bidang infrastruktur maupun wisatawan.
“Kita belajar pada Palembang, keberaniannya bersedia sebagai Tuan Rumah Asean Games, telah mendorong banyak pembangunan di sana, mulai dari sarana prasarana olahraga sampai pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya. Belum lagi nanti, jumlah kunjungan wismannya dalam dan luar negeri,” jelas John.
Pada kesempatan itu, sebanyak 17 atlet berprestasi pendulang medali menerima dana pembinaan sebagai bentuk apresiasi. Sementara untuk pelatih ada 9 orang yang mendapatkan dana apresiasi. Total dana yang diberikan Rp 4 M. Pada PON XIX Jawa Barat Tahun 2016 kemaren Provinsi Kepri berada pada peringkat ke-19 dengan perolehan medali 7 emas, 4 perak dan 7 perunggu. (SK-DY/Umil)













