SIJORIKEPRI.COM, DABO SINGKEP — Warga Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, pertanyakan Pelaksanaan Beberapa proyek pekerjaan yang mengunakan Dana Desa (DD) di Desa mereka, karena diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Seperti pembangunan semenisasi di Dusun II sepanjang 110 meter, pembangunan drainase yang tidak sesuai peruntukannya dan pembangunan lapangan footsal, serta beberapa pengadaan alat musik yang dilakukan tidak sesuai dengan RAB dan kebutuhan perioritas masyarakat.
“Kami minta instansi terkait, mengusut tuntas manipulasi program DD tahun 2017 di Desa Batu Kacang. Karena, diduga banyak indikasi pelanggaran yang dilakukan pada pelaksanaan pembangunan yang dilakukan,” ungkap, Ilhamsyah Edward salah seorang warga Desa Batu Kacang, kepada awak media, Selasa, (04/07/2017).
Temuan atas ketidakberesan pengunaan DD tahun 2017 ini, kata Ilhamsyah, sebenarnya telah ia sampaikan kepada Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Batu Kacang. Namun, laporan yang disampaikan tidak digubris, BPD yang seharusnya memiliki fungsi pengawasan kebijakan Pemerintah Desa.
Dilanjutkan, total anggaran DD Batu Kacang tahap pertama tahun 2017 yang telah dicairkan sebesar Rp 786 juta, digunakan untuk membangun jalan setapak, drainase dan lapangan footsal. Beberapa pengadaan yang dilakukan ini, tidak sesuai kebutuhan perioritas masyarakat dan sarat dengan mark up.
Katanya lagi, Saya juga sudah meminta kepada desa dan Tim Pelaksana Teknis (TPK) kegiatan agar menjelaskan kepada masyarakat, namun tidak dianggap. Terakhir, kami menemui Ketua Komisi I DPRD Lingga, untuk menuntaskan indikasi korupsi yang dilakukan pada pengunaan DD tahun 2017 ini.
“Seperti pembangunan semenisasi yang dilaksanakan di Dusun II. Dalam RAB disebutkan mengunakan rangka besi, namun pada pelaksanaan tidak ada rangka besi yang digunakan,” terangnya.
Saat akan dikonfirmasi terkait masalah ini, Kepala Desa Batu Kacang, Suharkofeni, sedang tidak berada dikantornya. Begitu juga Sekdes dan staf yang berwenang atas pengunaan DD ini, tidak ada yang berkantor. Dari keterangan salah seorang staf, Kepala Desa dan perangkat desa yang dimaksud sedang melakukan dinas luar di Kota Daik.
“Pak Kades dan beberapa perangkatnya sedang ke Daik. kalau sudah kembali nanti akan saya sampaikan kepada beliau,” imbuhnya. (SK-Pus)








