SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Kelangkaan gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) subsidi 3 Kg di Kota Tanjungpinang akhir-akhir ini, disebabkan karena stock tertunda semenjak liburan Idul Adha. Hal ini sempat membuat bingung masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga.
Pasokan gas LPG di pangkalan SPBU KM 3 yang hanya sekitar 560 tabung langsung diserbu warga, sehingga dalam waktu 2 (dua) jam saja langsung habis, Selasa, (05/09/2017).
Ardi (34), salah seorang warga KM 5, mengatakan, ia membeli gas LPG hingga ke KM 3, karena sudah beberapa hari ini, di pangkalan yang biasa ia beli, di sekitar rumahnya tidak ada stock.
“Sudah berapa hari ini saya nyari tak ada. Kebetulan tadi ada yang ngasih tahu di KM. 3 ada, saya langsung datang, karena khawatir tidak kebagian,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Operasional Manager PT Bumi Indrayana Pratama, Hendra, pemilik pangkalan SBPU Batu 3 mengatakan, stok gas yang diberikan dari agen hanya 560 tabung saja, sehingga sebentar saja sudah habis,di serbu warga.
“Tadi stock masuk pukul 09:00 WIB, sekarang baru pukul 11:00 WIB sudah habis,” Katanya.
Fenomena cepat ludesnya gas elpiji itu menurut Hendra suatu hal yang wajar, karena warga sudah tidak memiliki gas persediaan di rumahnya masing-masing, hingga berbondong-bondong antrian.
“Mungkin sudah tidak ada lagi gas di rumah mereka, wajar cepat habis,” ucapnya
Namun Hendra menjelaskan, tidak ada lagi penambahan stock dari agen untuk hari ini.
“Tapi besok mungkin ada yang di kirim lagi dari agen. Namun waktunya belum bisa dipastikan,” tutupnya. (SK-MU/Danu)








