SIJORIKEPRI.COM,KARIMUN — Menunjukan kreativitas, Arni, warga di RT002/RW002 Telaga Mas, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun ini, menyulap limbah plastik menjadi bermacam-macam kerajinan tangan yang bermanfaat.
Kerajinan tangan yang dibuat dari sampah plastik itu dirubah menjadi barang produksi rumah tangga, berupa tas atau keranjang cantik yang unik. Bahkan, tidak kalah cantik dengan tas berbahan dasar kain. Selain itu, ada pula tikar dan taplak meja berukuran besar maupun kecil.
Arni menjelaskan, limbah plastik yang digunakan untuk membuat kerajinan itu adalah bekas minuman gelas plastik, seperti Aqua dan lain-lain, serta bekas bungkus kopi.
“Limbah bekas minuman tersebut dipotong bagian atasnya, lalu dirangkai hingga rapi, kemudian disusunlah rangkaian itu dengan cara diikat menggunakan tambang plastik. Maka jadilah sebuah kantong atau tas keranjang,” tutur Arni, di Kantor Lurah Sungai Lakam Barat, Selasa, (28/11/2017).
Sedangkan untuk membuat tikar dan taplak meja, bahan yang digunakan adalah limbah bekas bungkus kopi dan limbah sisa potongan kain yang didapat dari tukang jahit. Cara pembuatannya, limbah tersebut dianyam sesuai dengan pola yang diinginkan.
“Semoga hasil kerajinan yang di buat bisa berkenan di masyarakat,” harapnya.
Sementara Lurah Sungai Lakam Barat, Dirgahayu Noor, sangat mendukung sekaligus sebagai ajang promosi kerajinan dari limbah plastik yang ada di wilayahnya.
“Kerajinan berbahan limbah plastik yang Arni buat semoga banyak diminati konsumen. Tentu saja perlunya dukungan dari pemerintah setempat, termasuk juga instansi terkait,” ujar Dirgahayu, diruang kerjanya.
Karya kreatif ini, lanjutnya, memang memberikan hal positif bagi masyarakat, karena plastik dapat memberikan nilai praktis dalam mengurangi dampak negatif dari sampah anorganik yang butuh puluhan tahun untuk menguraikannya.
Bagi sebagian besar masyarakat, sambung Dirgahayu, sampah plastik ini akan dianggap sebagai barang yang tidak berguna yang hanya mengotori rumah. Namun bagi mereka yang mengerti dan peduli terhadap lingkungan, sampah ini akan menjadi sesuatu yang bermanfaat dengan didaur ulang menjadi tas, dompet, gelang, pakaian dan lainnya.
“Seperti yang ibu Arni lakukan, kalau diperhitungkan, dapat mengurangi volume sampah, plus menanamkan program Go Green, dimulai dari diri sendiri,” pungkasnya. (SK-FIK)








