Oleh : Lindawati
Mahasiswi STIE Pembangunan Tanjungpinang
Jurusan Manajemen, Semester 7
SIJORIKEPRI.COM — Semakin berkompetisi dalam bisnis ini, memaksa perusahaan untuk memberdayakan dan mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki agar bisa bertahan kelangsungan hidup perusahaan.
Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang sama. Tujuan perusahaan yang utama, yaitu mencapai laba yang sebesar-besarnya dengan menggunakan biaya yang seminimal mungkin.
Dalam organisasi, manusia merupakan asset yang sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan baik dalam pemerintah maupun swasta. Untuk dapat menghadapi persaingan, maka perlu memberdayakan sumber daya manusia secara maksimal dan menggali seluruh potensi, sehingga dapat meningkatkan suatu hasil yang menguntungkan pihak perusahaan. Akan tetapi untuk meningkatkan kualitas karyawan, maka perlu diadakan pelatihan.
Pelatihan (training) adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir, sehingga tenaga kerja non manajerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis untuk tujuan tertentu. Pelatihan kerja menurut Undang-Undang No.13 Tahun 2003 pasal I ayat 9 adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat ketErampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan.
Tujuan dari pelatihan adalah untuk meningkatkan kinerja karyawan dan memiliki professionalism yang tinggi. Jika tidak mengadakan pelatihan terhadap karyawan maka efisiensi dan efektivitas kerja akan menurun dan mengakibatkan perusahaan rugi.
Terdapat lima jenis pelatihan, yaitu Pelatihan Keahlian (Skill Training) adalah pelatihan kepada karyawan untuk tuntutan kerja, Pelatihan Ulang (Retraining) adalah pelatihan kepada karyawan untuk keahlian yang dibutuhkan dalam menghadapi pekerjaan, Pelatihan Lintas Fungsional (cross functional training) adalah pelatihan kepada karyawan untuk bidang lain selain pekerjaan yang ditugaskannya.
Sedangkan Pelatihan Tim adalah pelatihan kepada sekelompok karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan bersama demi mencapai tujuan yang sama dan Pelatihan Kreativitas (creative training) adalah pelatihan kepada karyawan untuk menghasilkan ide/gagasan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda/baru.
Adapun beberapa metode yang digunakan dalam pelatihan karyawan, yaitu On the job training (mempelajari pekerjaannya dengan mengawasi pekerja lain bekerja), Vestibule (dilatih dengan pekerjaan yang sama dalam waktu yang sama, sangat cocok untuk pekerja baru), Metode Demostrasi atau contoh (menunjukkan bagaimana suatu pekerjaan dikerjakan), Metode Simulasi (menciptakan peristiwa dalam bentuk realitas), Metode Apprenticeship (cara mengembangkan keterampilan/skill) dan yang terakhir Metode Ruang Kelas (pelatihan yang dilaksanakan dalam ruangan kelas).
Tiga hal yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan sebuah program pelatihan, yang pertama adalah pembentukan pola pikir atau mindset karyawan, yang kedua adalah peningkatan pengetahuan, kemampuan, serta sikap karyawan, dan yang terakhir adalah perilaku karyawan yang telah berubah menjadi lebih efektif dan lebih mendukung visi dan misi perusahaan. ***














