BATAM (SK) — Demi untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa dan untuk meningkatkan kwalitas manusia Indonesia, agar terwujud masyarakat yang cerdas, adil, dan berwawasan berdasar pada Pancasila dan UUD 1945, maka lahirlah apa yang di namakan Pendidikan Kesetaraan, yaitu Pendidikan Non Formal yang mencakup : Program Paket A setara SD/MI – Paket B setara SMP/MTs – Paket C setara SMA/MA.
Paket Pendidikan kesetaraan ini dirancang untuk para peserta didik yang kurang beruntung, yang berasal dari masyarakat yang terkendala ke jalur formal karena berbagai hal, karena waktu, seperti para pengrajin, buruh dan pekerja lainnya atau juga yang terkendala karena ekonomi, seperti penduduk miskin dari kalangan petani, nelayan, penduduk kumuh dan miskin perkotaan, pekerja rumah tangga dan tenaga kerja wanita.
Atau terkendala karena faktor geografis, seperti suku terasing dan terisolir, yang mana semua faktor tersebut, menyebabkan mereka menjadi manusia yang tidak berpendidikan, menjadi anak yang tidak pernah sekolah, putus sekolah dan putus lanjut, sehingga mereka tidak bisa meningkatkan taraf hidup mereka, tidak berpengetahuan dan tidak paham tehnologi, tidak memiliki kecakapan dan ketrampilan lainnya.
“Sebenarnya, Pendidikan kesetaraan yang menekankan pada aspek penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional, serta aspek pengembangan sikap dan kepribadian profesional peserta didik ini, merupakan program yang sangat bagus sekali dan juga sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, tinggal bagaimana kenyataan pelaksanaan di lapangannya,” ungkap Anggota DPRD Batam, Fauzan.
Selanjutnya disampaikan juga oleh Politisi PKB berdarah Jawa ini, bahwa dengan mengikuti pendidikan kesetaraan ini, diharapkan mereka yang ikut, bisa mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan tehnologi, seni dan budaya, serta kecakapan ataupun ketrampilan, demi meningkatkan kwalitas hidup mereka sendiri khususnya dan juga demi untuk kesejahteraan umat manusia lain pada umumnya.
“Program ini memang bertujuan untuk menyetarakan pendidikan warga negara di Indonesia, dengan biaya yang tidak memberatkan, oleh karena itu, sangat tidak pas, kalau pada akhirnya program ini dijadikan bisnis. Karena untuk program PNF ini, ada juga dianggarkan. Contohnya, untuk Penyetaraan kejar paket Rp 117.760.000.00, untuk Pembinaan KBU Rp 302.610.000.00 dan lain sebagainya, semua ada,” ungkapnya lagi. (SK-NA).
LIPUTAN BATAM : NDORO AYU
EDITOR : RUSMADI

(Photo : datariau.com)







