Ketua Golkar Kepri Harus Minta Maaf Pada Tokoh Melayu
– Said Ubaidillah Al Qudsy : Jangan Remehkan Budaya Melayu.
Sijori Kepri, Tanjungpinang — Belum lama ini, Ketua DPD I Golkar Kepri, Ahmad Ma’ruf Maulana, terkesan melecehkan tradisi adat Melayu, tepuk tepung tawar di Bandara Hang Nadim, Kota Batam, Selasa, (3/3/2020), sekira pukul 14.45 WIB.
Masyarakat adat yang terhimpun dalam Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga (LAKRL), minta yang bersangkutan minta maaf pada tokoh adat yang ada di wilayah Kepri. Permintaan maaf, tidak hanya di publis di media masa atau media sosial saja, melainkan yang bersangkutan mendatangi tokoh adat melayu.
”Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga, menilai Ketua DPD I Golkar Ahmad Maruf Maulana, menganggap sepele tradisi adat-adat tepuk tepung tawar. Yang bersangkutan benar-benar melecehkan Melayu,” ujar Ketua LAKRL, melalui humas LAKRL, Said Ubaidillah Al Qudsy, Sabtu, (7/3/2020).
Jika permintaan maaf tidak dilakukan, Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga, akan mengambil sikap tegas.
”Kita tidak mau, ada pihak tertentu menganggap remeh tradisi budaya Melayu di Kepri. Daerah ini berbudaya dan beretika,” katanya.
Sebagai pimpinan partai besar, tidak sepantasnya Ketua Golkar Kepri, sikap terkesan meremehkan budaya Melayu. Apalagi yang bersangkutan telah menjadi warga Kepri. Seharusnya, budaya ‘dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung’, dilakukannya sepenuh hati.
Said Ubaidillah Al Qudsy, menambahkan, Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga, tidak akan tinggal diam jika ada pihak tertentu meremehkan budaya Melayu. Karena, budaya ini telah turun temurun dilakukan sejak zaman kesultanan, yang pernah berkuasa di wilayah ini.
”Jika ingin dihargai, tolong, hargai budaya kami, Melayu. Kami tidak akan tinggal diam jika ada yang meremehkan budaya kami,” pungkasnya. (R Rich)














