Keramba Kerapu di Pengujan Jadi Objek Wisata

oleh

BINTAN (SK) — Budidaya ikan kerapu yang dilakukan sebagian warga di Kabupaten Bintan menggunakan keramba, ternyata belakangan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bintan, untuk bisa menyaksikan lebih dekat teknis budidaya ikan kerapu menggunakan kerambu apung seperti didaerah Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan.

Budidaya kerapu di Pengujan memang merupakan salah satu lokasi budidaya yang dinilai paling baik ketimbang didaerah lain di Bintan seperti yang ada di Pulau Pangkil, serta beberapa lokasi yang ada di Jembatan Jalan Lintas Barat. Dengan melihat potensi itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan, Elizar Juned mengatakan, akan terus berupaya untuk mengembangkan budidaya kerapu diwilayah Bintan.

“Sejumlah pos anggaran DKP tahun ini memang sudah dialokasikan, untuk sektor lain yang belum maksimal kita akan arahkan untuk budidaya kerapu, bila belum cukup kita akan anggarkan lagi di APBD Perubahan nanti,” ungkap Elizar di Bintan, Rabu (04/3/2015).

Hal ini dirasa perlu mengingat, potensi budidaya kerapu seperti di Pengujan yang sudah bisa memberikan multiefek dibidang pariwisata. Sehingga, harus terus dikembangkan dengan melakukan berbagai penataan ulang dengan memberikan bantuan-bantuan penunjang.

BACA JUGA  Edi Irawan Kunjungi Air Bedegam

Kunjungan wisatawan di Pengujan yang tertarik melihat budidaya kerapu secara dekat, dirasa akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekitar. Karena, selain letak keramba-keramba yang harus ditempuh dengan perjalan air selama 10 menit, warga sekitar juga bisa menyajikan pernak-pernik untuk kemudian dipasarkan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Pengujan.

“Jasa penyebrangan dengan menggunakan pompong untuk menuju keramba kerapu bisa dimanfaatkan warga yang memberikan pelayanan jasa pompong untuk ke keramba-keramba disana (Pengujan-red), sehingga penarik pompong disana bisa terbantu juga. Selain itu kan, warga bisa menjual cinderamata untuk para wisatawan yang kesana,” ujar Elizar.

Penataan budidaya kerapu ini, sambung Elizar, nantinya akan dilakukan secara menyeluruh. Akan tetapi, untuk langkah awalnya, dilakukan secara bertahap dengan melakukan penataan disejumlah wilayah yang selama ini sudah eksis akan dijadikan sebagai percontohan.

Elizar mengungkapkan, kelompok-kelompok budidaya kerapu di Bintan begitu antusias dengan program penataan kembali budidaya ini.

“Semuanya sangat antusias menyambut ini, yang menjadi harapan bersama dengan penataan kembali ini bisa meningkatkan sektor perikanan di Bintan,” ungkapnya. (SK-DER)

BACA JUGA  Erson : Natuna Banyak “OBJEK WISATA”
 

No More Posts Available.

No more pages to load.